Ikut Aktif Perangi Narkoba dengan Cara Ini Yuk!

Bandung - TemanBaik sudah tahu kan bahaya penggunaan narkoba alias narkotika, psikotropika, dan obat terlarang? Sudah banyak literatur maupun pemberitaan yang membahasnya. Tapi, kenapa sih peredaran dan pengguna narkoba masih banyak saja di Indonesia?

Jawaban pertama adalah karena para bandar narkoba punya berbagai siasat untuk menjual dagangan haramnya. Di sisi lain, pengguna narkoba juga membutuhkan narkoba itu sendiri.

TemanBaik mau tahu bukti peredaran narkoba masih banyak di Jawa Barat? Di sela peringatan Hari Antinarkoba Internasional di Gedung Sate, Kota Bandung, pada Senin (15/7/2019) pagi, dikumpulkan barang bukti narkoba hasil penyitaan terhadap para tersangka dalam kurun waktu sekitar setahun terakhir. Untuk ganja beratnya mencapai 230 kilogram dan sabu 30 kilogram. Sedangkan pelaku yang dijerat hukum mencapai 120 orang.

"Itu (kasus yang ditangani) oleh BNN Jabar saja. Belum lagi oleh polisi, lebih banyak lagi. Belum lagi secara nasional, yang diungkap mencapai 40 ton. Jadi, enggak main-main (peredaran narkoba) barang ini," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Barat Brigjen Polisi Sufyan Syarif.


Ada berbagai modus yang dilakukan bandar maupun pengedar agar narkoba sampai ke tangan konsumennya. Semakin hari, mereka semakin lihai melancarkan aksinya dan kucing-kucingan dengan petugas.

"Modus itu ada yang baru, ada yang lama. Modus lama juga selalu diulang lagi. Mereka menunggu kelengahan petugas," ungkap Sufyan.

Untuk menekan peredaran narkoba, langkah tegas berupa penindakan terus dilakukan BNN maupun kepolisian. Tapi, upaya itu masih belum cukup. Masyarakat perlu terlibat dalam upaya memerangi narkoba agar Indonesia kelak bisa benar-benar terbebas dari narkoba.

Yang bisa TemanBaik lakukan adalah mengawasi peredaran atau pengguna narkoba di tempat terdekat. Jangan ragu untuk melapor kepada BNN atau kepolisian jika tahu ada peredaran narkoba di wilayahmu.

"Masyarakat Jawa Barat perlu waspada bersama-sama dengan pemerintah menjaga mulai dari yang kecil, dari keluarga, teman, lingkungan, sahabat. Yang paling kecil itu yang paling efektif memerangi narkoba," jelas Sufyan.


Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menegaskan pemerintah tidak bisa sendirian memberantas narkoba. Titik berat pemberantasan narkoba justru ada di masyarakat.

"Karena kami ini terbatas, apalagi pergerakan narkoba, peredaran narkoba ini tertutup, tidak bisa dilihat secara kasat mata. Maka peran masyarakat yang penting untuk segera melaporkan kepada pihak aparat (jika mengetahui ada peredaran narkoba)," tutur Uu.

Yang jadi masalah, masih banyak orang cuek dengan peredaran narkoba. Meski tahu narkoba berbahaya, tapi orang cuek dan membiarkannya. "Ada kemungkinan masyarakat, khususnya kaum milenial ini apriori ya terhadap narkoba (meski yang terkena) tetangganya, teman, atau saudaranya," sesal Uu.

Ia pun mengimbau agar masyarakat jangan ragu melapor jika tahu ada peredaran narkoba. Sebab, jika TemanBaik cuek, maka peredaran narkoba akan makin merajalela.

Kamu enggak mau kan saudara, teman, atau orang-orang yang kamu kenal terjerat lingkaran narkoba? Apalagi, dalam dampak lebih besar, narkoba akan mengancam masa depan bangsa. Yuk, sama-sama perangi narkoba!
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler