Transformasi Pemain Timnas HWC 2019 Jelang Keberangkatan ke Wales

Bandung - Tim Nasional (Timnas) Indonesia yang akan berlaga dalam Homeless World Cup (HWC) 2019 di Cardiff, Wales, masih terus berlatih nih, TemanBaik. Teknik dan strategi terus diajarkan tim pelatih yang dikepalai Albert Rudiana.

Senin (15/7/2019), para pemain pun terlihat semangat berlatih. Berbagai program latihan dilahap mereka tanpa kenal lelah. Cara bermain dan kekompakkan mereka pun sudah terlihat lebih baik dibanding beberapa waktu lalu.

Perubahan positif terus terlihat dari kemampuan individu pemain maupun secara tim. Tapi, ada perubahan lain yang enggak kalah penting. Sikap para pemain sudah terlihat berubah.

Sebagai contoh, ada pemain yang tadinya putus harapan karena punya latar belakang kelam, kini kembali bersemangat. Bahkan, sang pemain kini punya semangat besar agar jadi sosok yang bermanfaat untuk orang lain.

Ada juga yang sudah bertahun-tahun kabur dari rumahnya, tapi setelah bergabung jadi bagian Timnas, kini sang pemain mau pulang. Hal-hal seperti itu membuat Albert sebagai pelatih merasa bahagia. Meski belum pergi bertanding di HWC, ia sudah merasakan kebahagiaan tersendiri.

Bahkan, ada pecandu narkoba yang justru mulai berhenti mengonsumsi narkoba setelah jadi bagian Timnas. Hal itu jelas bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan. "Saya bahagia kalau mereka sudah mau berubah karena dirinya sendiri. Itu enggak ternilai buat saya kebahagiaannya," kata Albert.

Menurutnya, itulah esensi dari kiekutsertaan pemain di ajang HWC. Bukan prestasi yang jadi tujuan utama. Tapi, perubahan pemain menjadi pribadi yang lebih positif jadi hal terdepan yang dikejar.

Baca Ini Juga Yuk: Cara Albert Rudiana Meracik Pemain Timnas HWC 2019 Wales

Albert pun mengatakan kerja kerasnya melatih tim seolah sudah terbayar. Meski secara teknik mereka masih harus digembleng, tapi secara sikap mereka sudah berubah sangat luar biasa.

"Ini kebahagiaannya luar biasa buat saya. Minimal kita bisa mengubah orang menjadi lebih baik walaupun kita belum tentu lebih baik," ungkapnya.

Albert sendiri menyebut yang didapat di Timnas HWC berbeda dengan di beberapa klub-klub sepakbola profesional tempatnya jadi tim pelatih. Sebab, di Timnas HWC, ia punya tugas ganda. Selain melatih teknik, ia harus membuat pemain jadi pribadi yang lebih baik. "Hal seperti ini yang enggak saya dapat saat berkarir di klub sepakbola profesional. Ini tantangan besar buat saya," ucapnya.

HWC sendiri merupakan ajang street soccer alias sepakbola mini. Ajang ini semacam Piala Dunia yang mempertemukan tim-tim dari berbagai negara. Tapi, para pemainnya memiliki latar belakang sebagai ODHA, mantan pecandu narkoba, warga miskin, serta kaum yang dianggap marjinal lainnya.

Tahun ini, HWC akan berlangsung pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2019. Timnas Indonesia sendiri beranggotakan delapan pemain dengan tujuh di antaranya laki-laki dan seorang perempuan. Rencananya, tim akan berangkat pada 24 Juli mendatang.

Melalui HWC, para pemainnya hanya punya kesempatan sekali dalam hidupnya untuk bermain. Selepas mengikuti HWC, perubahan positif diharapkan terjadi pada mereka. Sehingga, mereka bisa lepas dari bayang-bayang kehidupan kelam sebelumnya untuk jadi pribadi yang lebih baik, termasuk 'menularkannya' pada orang lain.


Foto: Oris Riswan Budiana


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler