Benda Khas Indonesia yang Akan Dibawa Timnas ke HWC Wales

Bandung - Tim Nasional (Timnas) Indonesia akan segera pergi ke Cardiff, Wales, untuk mengikuti Homeless World Cup (HWC) 2019 pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2019. Persiapan akhir pun terus dilakukan, baik secara teknik, mental, akomodasi, serta beragam hal lainnya.

Tapi, ada salah satu persiapan khusus yang sengaja dilakukan. Tim pelatih, pemain, serta official tim akan membawa benda khas Indonesia ke Wales. Apa ya?

Rombongan Timnas akan membawa baju batik. Baju itu rencananya akan dipakai saat parade para pemain Timnas dari berbagai negara dilakukan. Itu biasanya dilakukan saat pembukaan HWC.

"Kita akan pakai batik di sana. Anak-anak sudah menyiapkan. Macam-macam batiknya, ada yang batik Bandung, batik Solo, dan lain-lain," ujar pelatih Timnas Albert Rudiana di sela peluncuran Timnas HWC di kawasan Dago, Kota Bandung, Senin (22/7/2019).

Batik dipilih karena dianggap ringkas untuk dibawa. Selain itu, batik dinilai sebagai ciri khas Indonesia yang diyakini akan membuat para peserta dari negara lain tertarik melihatnya, termasuk warga asing yang ada di Wales. "Kita juga sekaligus ingin lebih mengenalkan batik kepada orang-orang di sana," ungkap Albert.

Sementara selain berbatik, para pemain Indonesia juga akan tampil dengan ciri khasnya. Rambut para pemain sudah dicat dengan warna-warna ngejreng yang menarik dilihat, di antaranya pirang, merah, dan hijau.

Penampilan seperti itu biasanya membuat pemain Indonesia mudah dikenali peserta dari negara lain. Selain itu, keramahan khas Indonesia yang murah senyum akan menjadi 'senjata' tambahan. Sebab, Timnas ingin meninggalkan HWC dengan kesan yang baik di mata peserta lain.

Baca Ini Juga Yuk: Tak Ditarget Prestasi, Ini yang Dikejar Timnas di HWC 2019

Sementara di HWC tahun ini, belum diketahui Indonesia akan bertarung melawan negara mana saja di fase grup. Sebab, pengundian biasanya akan dilakukan di lokasi setelah para peserta hadir.

Tapi, melawan negara manapun, skuat Timnas akan tampil tanpa beban. Itu karena tak ada target prestasi yang dibebankan. Target utama Timnas adalah perubahan positif dari para pemainnya yang mayoritas berlatarbelakang ODHA hingga mantan pecandu narkoba.

Meski begitu, persiapan maksimal tetap dilakukan. Pemain pun sudah berlatih keras agar bisa tampil apik. Kerja keras itu akan berlanjut saat tampil di HWC nanti. Soal finish di peringkat berapa, Timnas mengambil prinsip 'biarkan air mengalir'.

HWC sendiri merupakan ajang street soccer alias sepakbola mini. Ajang ini semacam Piala Dunia yang mempertemukan tim-tim dari berbagai negara. Tapi, para pemainnya memiliki latar belakang sebagai ODHA, mantan pecandu narkoba, warga miskin, serta kaum yang dianggap marjinal lainnya.

Timnas Indonesia sendiri beranggotakan delapan pemain dengan rincian tujuh di antaranya laki-laki dan seorang perempuan. Rencananya, tim akan berangkat pada 24 Juli mendatang.

Melalui HWC, para pemainnya hanya punya kesempatan sekali dalam hidupnya untuk bermain. Selepas mengikuti HWC, perubahan positif diharapkan terjadi pada mereka. Sehingga, mereka bisa lepas dari bayang-bayang kehidupan kelam sebelumnya untuk jadi pribadi yang lebih baik, termasuk 'menularkan' semangat positif pada orang lain.


Foto: Oris Riswan Budiana

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler