Begini Kebersamaan Tradisi Megibung Ala Muslim Bali di Karangasem

Amlapura - Tahukah TemanBaik, Muslim di Bali punya tradisi yang unik, loh! Tradisi ini disebut Megibung atau makan bersama dalam satu piring.

Usai Shalat Iduladha, Minggu (11/08/2019) Umat Islam di Kampung Buitan, Manggis, Karangasem melaksanakan Tradisi Megibung di Masjid al-Hikmah. Tradisi ini diikuti ratusan Muslim dari berbagai usia, termasuk anak-anak untuk mempererat persaudaraan.

Mereka duduk bersila bersama dan membentuk lingkaran. Di tengah lingkaran terhidang nasi dikelilingi oleh lauk ikan, daging ayam, daging sapi, dan sayur urap. Warga tampak bersama-sama menyantap hidangan dengan penuh suka cita sambil diselingi obrolan-obrolan ringan.

Tradisi Megibung awalnya dimulai sejak tahun 1614 Caka atau tahun 1692 Masehi, ketika Raja Karangasem, I Gusti Anglurah Ketut Karangasem, berperang menaklukkan kerajaan-kerajaan di Sasak. Kala para prajurit sedang istirahat makan, raja kemudian membuat aturan makan bersama dengan posisi melingkar.

Berita Foto: Gotong Royong Masak Bersama Jelang Megibung di Karangasem

Tradisi ini kemudian diadopsi oleh Muslim di Bali sejak ratusan tahun yang lalu. "Maknanya kebersamaan, identitas kebersamaan Bali ada di Megibung ini. Jadi Megibung ini tradisi kebersamaan dan ini budaya Bali. Ada banyak budaya Bali yang teradopsi ke sini, salah satunya Megibung ini,” jelas Syaiful Hadi, tokoh masyarakat Kampung Buitan pada BeritaBaik.

Ia menjelaskan Tradisi Megibung dilangsungkan setiap hari Raya Umat Islam untuk mempererat persaudaraan antar sesama. "Yang penting itu bukan makannya, tapi bisa kumpul bersama dan makan bersama itu membuktikan kerukunan dan kebersamaan di antara umat Islam di sekitar masjid sini," jelas Syaiful Hadi.

Selain untuk mempererat tali silaturahim, Tradisi Megibung juga merupakan perwujudan rasa syukur. "Kami berharap agar tradisi Megibung ini terus dilanjutkan generasi berikutnya, sehingga ciri khas Muslim di Bali itu terus terjalin dengan baik," tambahnya.

Berita Foto: Tradisi Megibung Warga Karangasem

Aswan, anggota Remaja Masjid al-Hikmah mengaku selalu menunggu momen Tradisi Megibung ini. "Seru ikut Tradisi Megibung ini. Meski lauk pauk yang disajikan sangat sederhana terasa enak ketika dimakan bersama teman-teman," ujarnya. 

Belum lama ini, tradisi Megibung menjadi satu di antara 13 seni budaya Bali yang ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia tahun 2018. Bahkan Megibung yang pernah dilangsungkan Pemerintah Kabupaten Karangasem dengan melibatkan lebih dari 20.000 orang pernah tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI).


Foto: Ahmad Muzakky/beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler