Jejak Arsitektur Karya Sang Proklamator di Bandung

Bandung - Siapa yang tak kenal dengan sosok Ir. Soekarno. Beliau dikenal sebagai Presiden pertama Republik Indonesia. Sudah banyak buku hingga cerita yang membahas perjuangan hebatnya dalam memerdekakan Indonesia.

Tapi, sebelum menjadi Presiden, Bung Karno adalah seorang arsitek. Ia lulusan teknik sipil Technische Hogeschool Bandoeng pada 1926 yang kini sudah berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Di beberapa buku ada foto yang diduga merupakan jejak Bung Karno di Bandung, khususnya dalam aktivitas dia sebagai arsitek. Dia sempat bikin beberapa karya (bangunan)," kata pegiat Komunitas Aleut Ariyo Wahyu Widjayadi kepada BeritaBaik.id.

Tidak diketahui pasti ada berapa bangunan yang dirancang Bung Karno di Bandung. Tapi, ada beberapa jejak arsitektur Sang Proklamator yang terdata.

Di buku 'Jejak Soekarno di Bandung (1921-1923) karya Her Suganda' misalnya, disebutkan Bung Karno terlibat dalam perancangan bangunan paviliun Hotel Preanger dan bangunan tambahan Pendopo Kabupaten Bandung (kini jadi Pendopo Kota Bandung).

Hotel dan pendopo ini masih berdiri hingga sekarang. Khusus untuk bangunan tambahan di pendopo, saat ini bahkan masih berfungsi. Bangunan tambahan itu kini jadi rumah dinas Wali Kota Bandung. Bangunan ini terawat dengan apik.

"Dari yang saya baca, yang punya proyek (pembangunan pendopo) itu dosennya Bung Karno di ITB, C.P. Wolff Schoemaker, beliau (Bung Karno) diminta ikut bikin gambar tekniknya. Tadinya Bung Karno menolak pekerjaan dari Burgerlijk Openbare Werken (Dinas Pekerjaan Umum Kota) karena pekerjaan itu sama saja dengan membantu penjajah. Tapi, Schoemaker membujuk Bung Karno agar mau menerima pekerjaan ini," jelas Alex, sapaan akrabnya.

Lalu, di luar itu, di mana dan seperti apa kondisi bangunan hasil rancangan Bung Karno di Bandung? Berikut ini sembilan bangunan lain karya Bung Karno yang disebutkan di buku 'Jejak Soekarno di Bandung' ditambah hasil penelusuran dan pantauan:

1. Rumah di Jalan Kasim
Ini merupakan rumah kembar karena terdiri dari beberapa bangunan yang bentuknya sama. Rumah rancangan Bung Karno berderet satu sama lain dengan nomor 6, 8, dan 10.

2. Rumah di Jalan Kaca-kaca Wetan 8
Rumah tinggal ini masih tersisa sampai sekarang. Tapi, sudah ada beberapa perubahan akibat renovasi. Bagian paling asli dari rumah ini adalah dinding dan gentengnya.

3. Rumah di Jalan Dewi Sartika 107
Rumah bernomor 107 ini lokasinya ada di belakang Terminal Kebonkalapa dan tak jauh dari mal ITC. Sempat tak terawat, rumah ini akhirnya dihuni dan dirawat pihak keluarga pemilik rumah.


Pantauan di lokasi, rumah dengan tembok berwarna krem ini masih terlihat apik. Kesan rumah zaman baheula pun sangat kental dipandang mata. Meski ada beberapa perubahan, tapi keaslian bangunan ini bisa dikatakan terjaga karena masuk kategori cagar budaya.

4. Rumah di Jalan Pungkur 196
Rumah ini sudah hilang tanpa jejak. Kini, rumah tersebut menjadi show room kendaraan.

5. Rumah di Jalan Palasari 5
Rumah ini masih terawat hingga kini dan menjadi tempat tinggal. Selain itu, salah satu bagian rumah jadi kantor RW kelurahan setempat. Keaslinan bangunan ini benar-benar dijaga dengan baik.

6. Rumah di Jalan Pasirkoja 25
Rumah berukuran kecil hasil rancangan Bung Karno ini kondisinya memprihatinkan. Di sekitarnya terdapat tumpukan sampah. Rumah itu terlihat sangat kumuh dan tak dihuni lagi.


7. Rumah di Jalan Jenderal Gatot Subroto 17
Bangunan ini hilang tanpa jejak. Tidak diketahui pasti sejak kapan bangunan ini hilang. Yang jelas, saat ini di lokasi tersebut berdiri bangunan modern yang jadi sebuah kantor.

8. Masjid di Jalan Viaduct
Saat ini, masjid ini juga dijadikan Kantor Pimpinan Pusat Persatuan Indonesia (Persis). Meski banyak dilakukan renovasi, tapi beberapa bagian ruangan hasil rancangan Bung Karno masih tersisa.

9. Rumah Kembar di Jalan Gatot Subroto
Bangunan ini adalah dua rumah dengan bentuk yang sama. Lokasinya tepat di pertigaan Jalan Malabar-Gatot Subroto. Tapi, rumah ini lebih mengarah ke Jalan Gatot Subroto. Bangunannya saat ini sedang dalam proses renovasi karena mayoritas bangunannya hancur.


Tapi, sekitar bangunan itu sekarang ditutup seng karena pembangunannya tidak boleh diteruskan. Itu karena bangunan tersebut masuk kategori cagar budaya.

Menurut Alex, dari berbagai bangunan itu, ada ciri khas yang jadi penanda karya arsitektur Bung Karno. Pada bagian atap, terdapat semacam ornamen gada berukuran kecil.

"Di bangunannya ada bentuk seperti penanda di bagian atap. Bentuknya mengambil filosofi dari gada milik tokoh pewayangan Bima. Bung Karno sendiri sangat senang dengan cerita pewayangan," tutur Alex.

Sementara selain bangunan di atas, ada bangunan lain yang juga hasil rancangan Bung Karno. Dalam buku Bung Karno Sang Arsitek karya Yukde Ardhiati, disebutkan ada bangunan rancangan Bung Karno di Jalan Dalem Kaum nomor 5.

Ini adalah bangunan bank yang didirikan para saudagar pribumi Kota Bandung pada 1906. Kini bangunan ini sudah berganti dengan bangunan modern. Tapi, masih ada beberapa bagian asli dari sisa rancangan Bung Karno di tempat ini.

Wah, ternyata banyak ya karya Bung Karno di Bandung. Jika TemanBaik masih penasaran, bertualang melihat karya beliau di Bandung bisa jadi hal menarik loh.
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler