Jateng Ekspor 300 Ton Biskuit ke Negara Ini

Ingin turut membantu kebutuhan gizi negara-negara yang membutuhkan, Jawa Tengah belum lama ini mengekspor biskuit ke Bangladesh. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 300 ton pun dikirim dengan menggunakan 21 kontainer.

Bekerja sama dengan United States Agency for International Development (USAID), biskuit tersebut diproduksi oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Sragen.

"Ternyata kita juga bisa turut serta dalam pemenuhan gizi internasional. Biskuit ini kan tinggi nutrisinya bisa untuk pencegahan stunting," ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di laman jatengprov.go.id.

Ganjar menjelaskan pengiriman biskuit tersebut sekaligus melengkapi jumlah ekspor produk pertanian yang dilakukan Jawa Tengah selama satu bulan terakhir.

Tak hanya biskuit, Jawa Tengah juga terus mengekspor sarang walet, daun cincau, gula merah, hingga margarin ke negara-negara lainnya.

"Ini hal yang menggembirakan, karena kita bisa berkontribusi positif pada neraca perdagangan. Pesan saya untuk eksportir, kalau makmur petaninya juga harus dimakmurkan,” tegas Ganjar.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Ali Jamil mengungkapkan, sampai 19 Agustus produk pertanian telah memberikan kontribusi besar pada neraca perdagangan di Jawa Tengah, sebab sudah mampu mengekspor dengan total nilai Rp 586 miliar.

"Nilai ini naik 40 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Ini akan semakin bisa melonjak jika bisa memenuhi permintaan daun pakis ke Australia, kemukus, daun pandan, terong 150 ton dari permintaan 500 ton dari Jepang,” bebernya.

Foto: Dok. Humas Jateng/jatengprov.go.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler