Bukan Cuma Tampil, Mahasiswa Musik Harus Lewati Ini Saat Ujian

Bandung - Apa yang ada di benak TemanBaik jika mendengar tugas akhir mahasiswa jurusan musik? Mungkin kebanyakan akan membayangkan para mahasiswa itu tampil memperlihatkan kebolehannya bermusik. Ya, hal itu dialami belasan mahasiswa D3 Sekolah Tinggi Musik Bandung (STiMB).

Belasan mahasiswa itu tampil dalam sebuah konser mini bertajuk Resital di Gedung De Majestic, Jalan braga, Kota Bandung, Rabu (28/8/2019). Masing-masing mahasiswa unjuk kemampuannya dalam bermusik, mulai dari bermain gitar, drum, hingga keyboard. Ada juga yang bernyanyi. Maklum, namanya juga mahasiswa musik, penampilan mereka keren-keren deh!

Selayaknya ujian akhir, mereka pun dinilai dan dikritisi. Yang jadi penguji di antaranya duo mantan personel band Gigi, yaitu gitaris Aria Baron dan drummer Budi Haryono. Tanya-jawab pun menghiasi setiap penampilan para mahasiswa. Kritik pedas pun tak segan dialamatkan penguji kepada mereka. Bahkan, ada yang terlihat kikuk saat ditanya penguji.

Ketua STiMB Bucky Wikagoe mengatakan Resital itu adalah kegiatan tahunan. Resital jadi ajang ujian akhir bagi para mahasiswa D3 sebelum dinyatakan lulus. Performa mereka dalam resital jadi salah satu penentu nilai akhir kelulusan.

Uniknya, para mahasiswa itu bukan sekedar tampil. Mereka harus bahu-membahu membuat konser mini tersebut dari nol. Segala persiapan, pemilihan tempat, konsep panggung, tata cahaya, hingga urusan konsumsi semuanya dikelola para mahasiswa peserta Resital. Untuk Resital kali ini, biaya yang dikeluarkan mencapai Rp40 juta. Semua biaya itu ditanggung mahasiswa bagaimana pun caranya.


Hal itu bertujuan agar para mahasiswa tidak hanya sekedar jago bermain musik. Di saat yang sama, mereka diharapkan juga mampu menjalankan berbagai hal, mulai dari mencari dana, bekerja sama, berorganisasi, serta ragam hal detail lainnya.

Pihak kampus pun sengaja setiap tahunnya selalu mengundang penguji dari luar. Biasanya, yang menguji adalah para musisi kelas nasional. Ada tujuan besarnya loh ternyata kenapa para musisi itu dihadirkan untuk 'mengkritisi' para mahasiswa.

"Ini supaya mahasiswa ini punya wawasan yang lebih luas lagi, tidak hanya dari dosen, mendapat pengetahuannya di kampus. Mereka mulai diperkenalkan dengan penilaian-penilaian orang luar sehingga mereka nanti lebih siap lagi untuk terjun di dunia nyata," kata Bucky.

Berbagai kritik itu bisa jadi bahan masukan bagi para mahasiswa atas performanya. Bahkan, para penguji dibebaskan untuk mengkritik habis para mahasiswa. Bukan untuk meruntuhkan semangat, tapi demi membuat pikiran mereka terbuka.

"Ini supaya mahasiswa punya ukuran, oh standar yang dikehendaki musisi-musisi kelas nasional tuh seperti ini. Itu bisa jadi bekal buat mereka. Bisa jadi mereka dikritik habis-habisan, tapi enggak apa-apa (karena bagus untuk mahasiswa)," tutur Bucky.

STiMB sendiri merupakan satu-satunya sekolah musik di Jawa Barat. Kampus ini jadi tempat untuk melahirkan musisi. Salah satu yang paling familiar adalah penyanyi Cakra Khan.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler