Mengenal Haji Sanusi, Pria yang Berkorban Besar Demi Bung Karno

Bandung - Haji Sanusi menjadi sosok penting bagi kehidupan Ir Sukarno alias Bung Karno. Ia bisa dibilang punya jasa besar di balik perjalanan Bung Karno. Apa saja ya peran Sanusi? Yuk, sekalian kenal lebih dalam dengan sosok beliau.

Perkenalan Bung Karno dengan Sanusi terjadi pada Juni 1921. Saat itu Bung Karno datang ke Bandung untuk kuliah di Technische Hogescholl Bandung (ITB) yang kini sudah berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sanusi-lah yang menjemput Bung Karno muda di Stasiun Bandung. Bahkan, Bung Karno tinggal di rumah Sanusi selama kuliah. Singkat cerita, yang paling menarik, Bung Karno kemudian mencintai Inggit Garnasih, istri Sanusi. Ujungnya, Sanusi menceraikan Inggit agar bisa dinikahi Bung Karno pada 24 Maret 1923.

Jelas bukan hal mudah menceraikan istri demi dinikahi orang lain. Apalagi orang lain itu adalah pria yang numpang tinggal di rumahnya. Tapi, fakta inilah yang terjadi. Kenapa Sanusi mau melakukan hal luar biasa seperti itu?

Menurut Tito Asmara Hadi, cucu angkat Inggit Garnasih, Sanusi seolah memiliki intuisi dan firasat bahwa Bung Karno muda kelak akan jadi seorang pemimpin besar. Tapi, saat di usia muda, Bung Karno masih belum matang. Sehingga, perlu sosok pendamping yang bisa mendorong agar Bung Karno menjadi matang.

"Dia (Sanusi) tahu bahwa Soekarno harus didampingi oleh perempuan seperti Bu Inggit," ujar Tito kepada BeritaBaik.id.

Yang tak kalah hebat, hubungan Sanusi dengan Bung Karno dan Inggit tetap berjalan baik. Di antara mereka seolah tidak terjadi masalah besar. Padahal, ketiganya terlibat dalam cinta segitiga yang rumit dan di luar nalar.

Saking besarnya pengorbanan Sanusi, ada sebagian pihak yang beranggapan jika Sanusi tak menceraikan Inggit demi Bung Karno, maka Bung Karno tak akan jadi sosok hebat. Sebab, Inggit-lah yang setia mendampingi Bung Karno dan menyokong perjuangannya.

Ibarat Ayah dan Anak
Sebagai pemilih rumah, Sanusi menurut Tito memberi perlakuan istimewa pada Bung Karno. Sebab, Bung Karno saat itu adalah menantu dari H.O.S. Tjokroaminoto yang merupakan pemimpin Sarikat Islam (SI) di Surabaya. Sedangkan Sanusi juga merupakan pengurus SI di Bandung sekaligus sahabat Tjokroaminoto.

Sanusi dan Bung Karno pun cukup dekat. Bahkan, kedekatan mereka diibaratkan seperti ayah dan anak, bukan pemilik rumah dan penumpang. Sanusi termasuk sosok yang membimbing Bung Karno selama tinggal di rumahnya di Bandung.

"Saat itu hubungannya seperti ayah dan anak. Soekarno kan waktu itu juga masih muda, usianya 20 tahunan, sedangkan Haji Sanusi sudah 40-an usianya," ungkap Tito.

Tito sendiri tak habis pikir dengan sikap Sanusi. Sebab, Bung Karno yang mencintai Inggit memang di luar batas wajar. Selain mencintai Inggit, Bung Karno justru numpang di rumah Sanusi.

Saudagar dan Cinta Masa Muda
Cukup sulit mencari informasi lebih jauh tentang sosok Sanusi. Sebab, tak banyak buku, literatur, atau bukti sejarah lain yang bisa mengungkap soal Sanusi. Tapi, Sanusi diketahui adalah seorang saudagar di Pasar Baru Bandung.

"Ada di buku keluarga silsilah Pasar Baru. Dia itu saudagar kaya. Kalau sekarang mungkin pedagang besar. Tapi saya belum menemukan spesifikasinya apa (barang yang dijual atau bisnis yang dijalan Sanusi)," kata pegiat Komunitas Aleut Ariyo Wahyu Widjajadi.

Sanusi sendiri merupakan cinta di masa muda Inggit. Keduanya menjalin cinta sejak masih sama-sama muda. Tapi, Sanusi kemudian dinikahkan dengan perempuan dari lingkungan keluarga pedagang Pasar Baru.

Setelah itu, Inggit yang sakit hati kemudian melabuhkan cinta pada pria lain dan menikah. Tapi, karena sama-sama pernikahannya bukan keinginan mereka, Sanusi dan Inggit kemudian sama-sama bercerai dengan pasangannya.

Tidak diketahui pasti kapan Sanusi dan Inggit menikah. Yang pasti, kehidupan rumah tangga Sanusi dan Inggit berjalan beberapa tahun. Hingga akhirnya, Sanusi dan Inggit bercerai setelah Bung Karno masuk dalam kehidupan mereka.

Setelah bercerai, menurut Tito Asmara Hadi, Sanusi menikah dengan perempuan lain. Pernikahan ini juga tak diketahui terjadi kapan. "Yang jelas menikahnya dengan perempuan asal Cililin (Kabupaten Bandung Barat) dan memiliki anak," tuturnya.

Foto: Haji Sanusi (tengah) (repro dokumentasi di Rumah Bersejarah Inggit Garnasih/Oris Riswan) 
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler