Jangan Lakukan Ini Saat Melarang Anak Bermain Gawai

Bandung - TemanBaik sudah tahu kan dampak negatif bagi anak-anak jika terlalu sering bermain gawai? Salah satunya adalah anak akan kurang bersosialisasi dengan teman-temannya. Dari aspek kesehatan juga berdampak, terutama terhadap mata sang anak.

Karena sadar akan bahaya gawai terhadap anak, sudah banyak orang tua yang mulai peduli. Mereka mulai melarang atau membatasi anaknya dalam penggunaan gawai.

Tapi, terkadang orang tua bersikap egois. Saat bersama anak, orang tua tak bisa melepas gawainya. Di saat yang sama, mereka justru melarang atau membatasi anaknya menggunakan gawai. 'Ikatan' orang tua dengan gawainya pun justru dilakukan saat bersama anak. Apa yang terjadi jika orang tua melakukan hal itu?

"Ini kadang-kadang hal miris ya. Anak kan pasti melihat perilaku orang tua. Kalau mereka dilarang memakai gawai, mereka bisa membalikkan (bahwa orangtuanya juga memakai gawai)," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung Tatang Muhtar kepada BeritaBaik.id.

Cara itu akan membuat anak makin sulit untuk melepas gawainya. Agar efektif, sebaiknya orang tua berusaha tidak memakai gawai saat bersama anaknya. Kalaupun terpaksa, usahakan agar aktivitas memakai gawai tidak terlihat sang anak. Intinya, batasi diri menggunakan gawai. Setelah itu baru melarang atau batasi sang anak.

Baca Ini Juga Yuk: 5 Cara Sederhana Mengajarkan Anak Minta Maaf Sejak Dini

Lalu, bagaimana jika anak sudah terlanjur kecanduan bermain gawai, baik main game, nonton video, atau aktivitas lain? Cara bijak adalah melakukan pengurangan secara bertahap.

Buatlah komitmen bersama anak. Misalnya, saat sedang bersama, orang tua dan anak harus sama-sama menyimpan gawai. Kamu juga bisa menerapkan jam tertentu kapan anak boleh memakai gawai dan kapan tidak. "Misalnya dari magrib sampai waktu tidur jangan ada gawai yang dipegang," ucap Tatang.

Setelah itu, kamu bisa terus mengurangi jam pemakaian gawai oleh anak. Tapi, pengawasan harus tetap dilakukan ya. Jangan sampai si kecil menggunakan gawai untuk hal negatif, misalnya menonton tayangan video tak layak untuk anak.

Tapi, ada konsekuensi yang harus kamu terima saat berusaha membuat anak melepas ketergantungannya dengan gawai. Kamu harus berusaha mengalihkan perhatian anak saat tidak memegang gawai.

Sering-seringlah ajak si kecil bermain, belajar, atau melakukan kegiatan menyenangkan lainnya. Cara seperti itu juga akan berdampak positif. Sebab, kedekatan serta keakraban orangtua dan anak bakal terus terbangun.


Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler