Datang Yuk! Ada Festival Sastra di Kintamani Akhir Pekan Ini

Denpasar - Kawasan Kaldera Batur diakui oleh UNESCO sebagai geopark dunia yang pertama di Indonesia tahun 2012. Di Bali Timur ini banyak dikembangkan menjadi kawasan pariwisata yang menyajikan keindahan alam gunung dan danau, salah satunya di Toya Bungkah. Toya Bungkah dikenal dengan sumber air panas yang jadi salah satu tempat favorit para wisatawan.

Nah, akhir pekan ini, Sabtu (21/9/2019) dan Minggu (22/9/2019) di Toya Bungkah, Kintamani bakal digelar festival sastra bertajuk "Toya Bungkah Literary Festival". Festival ini digagas oleh Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark (BPPBUGG) bekerja sama dengan sejumlah pihak termasuk Wonderful Indonesia.

Wayan Jengki Sunarta, Komite Toya Bungkah Literary Festival menyebutkan festival ini digelar sebagai upaya memaknai kembali keberadaan kawasan Kaldera Batur, termasuk Toya Bungkah di.

"Salah satu upaya tersebut adalah menghidupkan kembali kegiatan kesusastraan seperti yang pernah dilakukan sastrawan Sutan Takdir Alisjahbana (STA) era 70-an di Toya Bungkah," ujarnya.

Berita Foto: Berselancar Literasi di Perpustakaan Museum Geologi

Ia mengatakan sastrawan legendaris ini dulunya pernah membangun balai seni-budaya (pesanggrahan) dan menghidupkan kegiatan sastra dan seni budaya di sana. "Bahkan di sana STA terlibat dalam proyek kolaborasi mengolah puisi 'Perempuan di Persimpangan Zaman (1985)'menjadi sebuah tarian yang memukau.

"Festival ini meneruskan harapan STA, suatu saat kelak Toya Bungkah mampu menjadi salah satu pusat seni di dunia," ucap Jengki, Kamis (19/9/2019) dalam konferensi pers di Kota Denpasar, Bali.

Tahun ini, Toya Bungkah Literary Festival bakal mengundang dua penyair luar negeri untuk turut berpartisipasi, yakni Frank Keizer (Belanda) dan Vincent Tholomé (Belgia). Selain itu sejumlah penyair dalam negeri juga bakal memeriahkan, yakni Sindu Putra (Mataram, NTB) dan Sunlie Thomas Alexander (Yogyakarta).

Selain tampil membacakan puisi, mereka juga akan memberikan pelatihan penulisan puisi dan musikalisasi puisi kepada peserta yang hadir dalam festival. Di festival ini juga bakal diluncurkan buku antologi puisi "Tutur Batur" yang memuat puisi-puisi tiga puluh penyair dari berbagai wilayah di Indonesia.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler