Klaten Punya Tim Relawan Bencana Beranggotakan Para Disabilitas

Klaten - Termasuk dalam kategori daerah yang paling rawan terjadi bencana di Jawa Tengah, relawan dan jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten dituntut untuk bersiap 24 jam dalam menghadapi bencana.

Bupati Klaten Sri Mulyani meresmikan terbentuknya Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang terdiri dari relawan bencana bentukan kaum disabilitas, yang bisa dibilang baru pertama kali ada di Indonesia.

Hal ini dilakukan karena ia berkaca pada kejadian gempa bumi tahun 2006 silam, dimana menurut data yang dilansir BPBD Klaten terdapat 1.045 orang meninggal dan 95.892 bangunan rusak akibat gempa.

"Klaten merupakan daerah rawan bencana mulai dari gempa bumi, bahaya Gunung Merapi, angin puting beliung, banjir, tanah longsor hingga kekeringan. Hal ini sering terjadi setiap tahunnya. Maka relawan wajib siaga 24 jam untuk membantu warga saat bencana, khususnya jajaran BPBD Klaten," ujar Sri yang dilansir dari keterangan resminya di laman jatengprov.go.id.

Baca Ini Juga Yuk: Gabung Sekolah Relawan Buat Bantu Korban Bencana Kabut Asap Yuk!

Sementara itu, Kepala BPBD Klaten Sip Anwar mengungkapkan jika pihaknya memprakarsai terbentuknya ULD dengan tujuan untuk memberikan semangat bagi relawan bencana ketika bertugas menolong antar sesama.

"ULD ini terdiri dari relawan yang berkebutuhan khusus yang diprakarsai oleh BPBD Klaten dan para relawan se-Kabupaten Klaten. Para relawan disabilitas ini juga sudah beberapa kali menjadi narasumber di berbagai daerah. Semoga mereka bisa banyak memberi inspirasi," paparnya.


Foto: jatengprov.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler