Kisah Kak Seto Selamat dari Tsunami Dahsyat di Aceh

Bandung - TemanBaik, tahu enggak jika Seto Mulyadi alias Kak Seto ternyata nyaris jadi korban tsunami di Aceh pada 2004 silam? Ia bisa selamat berkat sang anak. Yuk, simak ceritanya!

Kak Seto sendiri cukup lama menjadi pemerhati anak. Di satu momentum, ia mendapat undangan untuk mengisi salah satu kegiatan di Aceh pada akhir 2004. Undangan itu pun diterima dan ia menyanggupi untuk hadir.

Tapi, jelang keberangkatan, anak-anaknya protes. Sebab, Kak Seto kadung punya janji akan berkumpul dengan anak-anaknya. Akhir tahun menjadi milik keluarga setelah sebelumnya fokus memperjuangkan hak anak Indonesia.

"Anak-anak enggak memperbolehkan saya pergi. Mereka bilang ayah janji akhir tahun ada waktu buat keluarga. Katanya, jangan sok bangga jadi Ketua KPAI (sekarang LPAI), membela anak-anak di luar sana, tapi keluarga dilupain," ujar Kak Seto.

Baca Ini Juga Yuk: Begini Tips dari Kak Seto Buat Kurangi Kecanduan Gawai Pada Anak

Dengan berat hati, pria yang menjabat sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia itu akhirnya mengurungkan pergi ke Aceh. Ia pun menghubungi panitia yang mengundangnya dan mengabarkan tak bisa hadir sesuai janji.

Ia sendiri tak berfirasat apapun. Tapi, ia mengambil hikmah tersendiri. Sebab, dari larangan anaknya, ia akhirnya bisa selamat dari bencana tsunami dahsyat di Aceh pada Desember 2004. Padahal, jika saat itu ia tak menanggapi protes sang anak, besar kemungkinan Kak Seto akan jadi korban tsunami.

"Saya hari Sabtu harusnya ke Aceh, ternyata Minggu pagi saya lihat berita ada tsunami besar di Aceh," ungkap Kak Seto.

Dari situ, ia berkeyakinan bahwa suara hati seorang anak sangat berarti. Bahkan, suara anak bisa saja merupakan sebuah peringatan akan sesuatu dari Tuhan. "Mendengar suara anak juga sama seperti mendengar suara Tuhan," ucap Kak Seto.


Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler