Naik Gunung Minim Sampah ala Pendaki 7 Summit

Bandung - TemanBaik ada yang suka naik atau mendaki gunung? Pasti mengasyikkan ya. Selain bertualang, kamu bisa menikmati keindahan alam yang tersaji. Naik gunung juga bisa jadi sarana untuk melepas penat.

Tapi, masih ada saja pendaki yang katanya pecinta alam namun enggak menyayangi alam. Buktinya, masih ada saja pendaki yang membuang sampah di gunung. Jika kamu pecinta alam, sebaiknya jangan mengotori alam deh.

Ada tips simpel nih dari Gina Afriani, anggota Wanadri yang pernah ikut dalam misi pendakian tujuh gunung tertinggi di tujuh benua alias 7 Summit. Yuk, kita bahas!

Tahu kan jika saat mendaki butuh perbekalan banyak? Bahkan, mungkin enggak akan cukup hanya dengan memasukkannya ke dalam ransel. Solusinya, biasanya perbekalan dibawa menggunakan kresek atau benda lain.

Hal ini nih yang cukup penting diperhatikan. Yang paling utama, jangan menggunakan wadah sekali pakai untuk membawa perbekalan.

"Hindari penyimpanan perbekalan dengan menggunakan wadah sekali pakai seperti plastik atau kresek," kata Gina kepada BeritaBaik.id.

Baca Ini Juga Yuk: Ini yang Bisa Dilakukan untuk Memperpanjang Usia Pakaian Kamu

Penggunaan kresek atau plastik saat naik gunung pasti menimbulkan sampah. Yang lebih parah, setelah isi perbekalan habis, kamu membuang kresek atau plastik itu sembarangan di gunung. Potensi ini sangat mungkin terjadi, baik disadari atau tidak. Tahu sendiri kan dampaknya? Sampah plastik akan sangat sulit diurai oleh tanah.

Sampah plastik yang dihasilkan kan sedikit? Iya, sampah yang dihasilkan memang sedikit jika untuk satu plastik saja. Tapi, bayangkan jika ada ratusan orang lain yang menghasilkan sampah serupa, banyak juga kan akhirnya?

Karena itu, perlu kesadaran dari setiap individu saat naik gunung. Pikirkan dampaknya dalam jangka panjang meski kamu merasa hanya nyampah sedikit. Untuk meminimalisir produksi sampah, terutama sampah plastik, Gina menyarankan agar perbekalan mendaki disimpan dengan wadah yang bisa dipakai berkali-kali.

"Itu (tempat perbekalan) bisa diganti dengan menggunakan wadah tahan air yang dibuat dari bahan untuk jas hujan, dibuat seperti kantung. Atau bisa gunakan bahan semacam kain (karung) terigu atau apapun yang tidak sekali pakai atau yang memang ramah lingkungan," jelas Gina.

Di luar itu, usahakan minim menghasilkan sampah ya. Kalau menghasilkan sampah, usahakan jangan membuangnya sembarangan, terutama sampah plastik. Buang ke tempat seharusnya atau bawa deh dalam perjalanan hingga akhirnya menemukan tempat sampah.


Foto: Instagram.com/gina_883


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler