4 Tips Merawat Diri untuk Kesehatan Mental dari Psikolog

Bandung - Mungkin banyak dari TemanBaik yang kurang atau bahkan tidak memperhatikan diri sendiri, padahal self care alias merawat diri itu penting loh. Tapi sebenarnya self care itu apa sih? BeritaBaik berkesempatan untuk berbincang dengan seorang psikolog bernama Selly, M.Psi., Psikolog untuk membahas lebih dalam soal self care. Simak penjelasannya yuk!

Menurut Selly, self care adalah meluangkan waktu untuk memperhatikan dan merawat diri secara sadar dan bukan sikap yang egois. "Hal ini (self care) bukan dilakukan sebagai bentuk sikap egois atau narsis, melainkan sebagai upaya untuk tetap menjadi pribadi yang positif dan produktif," jelasnya.

Selly menambahkan kalau merawat diri merupakan hal yang penting untuk kesejahteraan fisik maupun psikologi diri sendiri. "Apapun yang kita lakukan, lihat, pikirkan, dan rasakan penting bagi kesehatan dan kesejahteraan kita, dan juga berdampak pada orang di sekitar kita," papar Selly.

Selly juga membagikan tips bagaimana merawat diri. Pertama, kita harus memiliki kesadaran diri sebagai upaya untuk memerhatikan pikiran, perilaku, perasaan dan dampak terhadap apa yang dilakukan terhadap orang lain dalam kehidupan.

"Caranya dengan mengenal dan menilai diri secara obyektif dan melakukan evaluasi diri," ujar perempuan yang menempuh pendidikan Magister Profesi Psikologi di Universitas Padjadjaran ini.

Evaluasi diri dapat dilakukan melalui meditasi penuh kesadaran (mindfulness meditation). Dengan latihan, meditasi dapat membantu mengembangkan gambar yang jernih atas kehidupan yang dijalani, rasa yang kuat tentang nilai-nilai yang diyakini. Kemudian pada akhirnya memiliki sudut pandang yang lebih sehat dan positif.

Tips kedua adalah bersikap hati-hati dalam melakukan aktivitas fisik yang dianggap baik bagi tubuh. "Contohnya makan dan minum dengan nutrisi yang cukup, tidur dan beristirahat dengan cukup, olahraga secara teratur dan menghindari tindakan atau kegiatan yang berdampak buruk pada tubuh," jelas perempuan kelahiran Bandung, 21 Juni 1988 ini.

Tips ketiga adalah melatih kontrol diri, kemampuan dalam mengelola emosi, mengembangkan strategi pemecahan masalah yang dapat digunakan untuk mengatasi masa-masa sulit. Contoh kegiatannya adalah membuat rencana kegiatan harian, beribadah secara teratur dan meluangkan waktu untuk melakukan hobi atau aktivitas yang menyenangkan.

Terakhir, TemanBaik harus memiliki sikap optimis dalam menghadapi suatu masalah atau hambatan. Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan adalah menulis gratitude journal, memaafkan diri sendiri dan orang lain serta mencintai dan mengapreasi diri sendiri. 

Kalau TemanBaik merawat diri, kamu akan mendapatkan manfaatnya loh. Selly menjelaskan kalau merawat diri dengan mencari waktu tenang dapat berdampak positif terhadap kemampuan menyesuaikan diri terhadap berbagai situasi kehidupan. 

Kesadaran merupakan keawasan internal kita tentang peristiwa, pikiran, dan perasaan. Bagaimana kita berpikir tentang hidup dan pengalaman kita berperan dalam menentukan apakah kita merasa stres dan khawatir atau tertantang dan antusias tentang kehidupan.

"Hal ini (merawat diri) merupakan sentral dalam pikiran manusia. Berdasarkan teori, disebutkan bahwa pengalaman emosional positif berpengaruh dalam menangani tantangan kehidupan. Resiliency adalah kemampuan individu untuk beradaptasi dengan baik dan mampu berfungsi secara baik walaupun di tengah situasi yang menekan atau banyak halangan dan rintangan (Benard, 2004). Resiliency adalah kapasitas yang dimiliki oleh manusia untuk menghadapi, menanggulangi, dan menguatkan diri dari rintangan," papar Dosen Program Studi Psikologi Institut Kesehatan Indonesia ini.

Selly juga berpesan agar kita selalu berpikir positif dan obyektif, serta senantiasa belajar untuk memaafkan dan melepaskan.

"Secara sadar perhatikan kesehatan lahir batin dengan tetap berpikir positif dan obyektif, belajar untuk memaafkan dan melepaskan hal-hal di luar kontrol diri, serta tidak lupa mengapresiasi diri. Setiap orang punya ceritanya masing-masing," pungkasnya.


Foto: dokumentasi Selly

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler