Jalan Tol Pandaan-Malang Siap Beroperasi Saat Natal & Tahun Baru

Yogyakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelesaikan pembangunan jalan tol secara bertahap. Salah satu ruas jalan tol yang siap beroperasi yaitu Jalan Tol Pandaan-Malang Seksi IV Singosari-Pakis sepanjang 4,75 kilometer.

"Mudah-mudahan keseluruhan ruas tol Pandaan-Malang bisa selesai lebih cepat. Apabila seksi 4-5 selesai, bisa langsung dioperasikan saja (tidak perlu diresmikan lagi). Ruas tol ini sudah sangat ditunggu masyarakat, karena itu kita percepat pemanfaatannya," tutur Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dalam artikel yang tercantum di laman resmi Kementerian PUPR.

Berdasarkan data Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Jasamarga Pandaan-Malang, progres konstruksi Seksi IV Singosari-Pakis saat ini sudah selesai dan telah selesai melewati uji layak fungsi oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR. Sebelumnya, Seksi IV sudah dibuka fungsional pada mudik Lebaran 2019 untuk mendukung kelancaran lalu lintas.

Sementara itu, progres konstruksi untuk Seksi V Pakis-Malang berdasarkan data saat ini sudah sebesar 77,3 persen dan direncanakan dapat dibuka fungsional untuk mendukung kelancaran mudik Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Terkait penemuan situs bersejarah pada ruas tersebut, pihak BUJT telah menggeser trase jalan di titik tersebut sekitar 17 meter ke arah timur.

Konstruksi Seksi V Tol Pandaan-Malang juga sempat terkendala pembebasan lahan di daerah kelurahan Madyopuro yang menjadi ujung interchange Sawojajar sebagai jalan akses keluar tol menuju Kota Malang. Menurut data yang ada, dari 57 bidang tanah yang belum bebas, saat ini sudah terdapat sebanyak 52 bidang tanah yang sedang dalam proses konsinyasi. Proses konstruksi Seksi V ditargetkan selesai seluruhnya pada Januari 2020.

Baca Ini Juga Yuk: PUPR Targetkan Hunian Tetap di Sulawesi Selesai Akhir Tahun 2020

Jalan Tol Pandaan-Malang terdiri dari 5 seksi yang terbagi menjadi 'Seksi I Pandaan-Purwodadi' sepanjang 15,4 kilometer, 'Seksi II Purwodadi-Lawang' sepanjang 8 kilometer, 'Seksi III Lawang-Singosari' sepanjang 7,1 kilometer, 'Seksi IV Singosari-Pakis' sepanjang 4,75 kilometer, dan 'Seksi V Pakis-Malang' sepanjang 3,1 kilometer.

Pembangunan Tol Pandaan-Malang sepanjang 38,35 km dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) yang sahamnya dimiliki Jasa Marga sebesar 60 persen, PT Pembangunan Perumahan (Persero) sebesar 35 persen, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebesar 5 persen, dengan biaya investasi sebesar Rp 5,9 triliun. Adapun nilai konstruksi sebesar Rp 3,7 triliun dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP).

Jalan Tol Pandaan-Malang diharapkan dapat menjadi bagian penting sebagai arus mobilisasi orang maupun barang antara Surabaya dan Malang. Kehadiran ruas tol akan mempercepat perjalanan dari Surabaya menuju Malang dan sekitarnya. Jika perjalanan dari Surabaya ke Malang selama ini bisa mencapai empat hingga enam jam pada saat jam-jam padat, dengan melewati jalan tol ini, waktu tempuhnya bisa kurang dari satu jam.

Jalan tol ini juga diharapkan bisa semakin menunjang sektor pariwisata, seperti kawasan wisata dan taman safari Prigen, kebun teh Wonosari, Candi Singosari, dan kawasan wisata Batu. Tol Pandaan-Malang pun akan meningkatkan akses bagi Kawasan Ekonomi Khusus Singosari dan Bandara Sultan Abdul Rachman Saleh.

Selain itu, jalan tol yang menjadi bagian dari Jalan Tol Surabaya-Malang ini ternyata juga memiliki hamparan pemandangan alam yang indah di kanan-kiri jalan loh, TemanBaik. Terutama di rest area yang berhadapan langsung dengan Gunung Bromo dan Semeru di sisi timur ruas tol jika dari arah Malang, kemudian Gunung Arjuno di sisi barat, Gunung Kawi di sisi barat daya, Gunung Panderman di Kota Batu, serta Gunung Penanggungan di wilayah Pandaan.


Foto: pu.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler