Tips Atasi Rasa Tertekan Karena Tak Kunjung Punya Anak

Bandung - Memiliki anak tentu jadi pelengkap kebahagiaan bagi pasangan suami-istri. Tapi, tak semua suami-istri dikaruniai anak. Bahkan, ada yang sampai puluhan tahun menanti, si kecil justru tak kunjung hadir.

Mereka yang berada dalam situasi seperti ini biasanya akan dihantui banyak pertanyaan dari orang lain, mulai dari 'kok belum ngisi?', 'diprogram biar enggak hamil ya?', serta sederet pertanyaan lainnya. Bahkan, sangat mungkin ada yang nyinyir, memberi sindiran halus hingga kasar, atau beragam perkataan tak menyenangkan lain.

Pertanyaan atau sikap seperti itu mungkin terkesan sepele. Tapi, bagi yang sedang menantikan buah hati, pertanyaan ini lama-lama akan terasa menyakitkan. Bahkan, pertanyaan-pertanyaan seperti itu bisa membuat mereka tertekan hingga berujung depresi. Sebab, hadirnya si buah hati belum tentu sesuai harapan. Program kehamilan dari dokter pun belum tentu berhasil.

Kepala Kelompok Staf Medis (KSM) Ilmu Kedokteran Jiwa RSHS Bandung Veranita Pandia membagi tips agar mereka yang lama menantikan hadirnya buah hati tak merasa tertekan. Yang paling utama harus dilakukan adalah meluruskan konsep pernikahan dan cara pandang.

Samakan pandangan suami-istri bahwa pernikahan bukan berarti harus memiliki anak. Membangun keluarga yang harmonis dan bahagia harus dikedepankan sebagai tujuan. Sementara berharap hadirnya si buah hati tentu boleh kok. Tapi kamu harus bersiap jika harapan itu tak terwujud.

Baca Ini Juga Yuk: Ini Dampaknya Jika Ibu dan Ayah Tak Kompak Saat Mengasuh Anak

"Salah satu penyebab depresi adalah ketika enggak bisa mencapai target atau harapan yang kita buat sendiri," ujar Vera kepada BeritaBaik.id di RSHS, Selasa (16/10/2019).

Yang jadi masalah, terkadang suami-istri tanpa sadar memiliki harapan tinggi ingin memiliki anak. Saat anak tak kunjung hadir ditambah rentetan pertanyaan dari orang sekitar, itu membuat jiwa suami-istri akan tertekan.

Tapi, jika pandangan keluarga akan bahagia meski tanpa hadirnya anak, rentetan pertanyaan apapun tak akan berdampak. Konsep ini yang harus dimiliki sebelum menikah serta mereka yang sudah menikah dan masih menantikan buah hati.

Langkah berikutnya adalah pasrah. Tapi, bukan berarti tanpa usaha ya. Lakukanlah berbagai usaha agar bisa memiliki anak. Sedangkan urusan hasil, pasrahkan saja pada Tuhan.

"Kalau berpikir berdua saja sudah cukup, sementara (keinginan memiliki) anak itu sekunder, saya pikir enggak akan terganggu (dengan berbagai pertanyaan orang lain). Akan terganggu itu kalau kita punya konsep menikah harus punya anak," ungkap Vera.


Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler