Pakai Fish Finder, Tangkapan Nelayan di Jabar Naik 10 Kali Lipat

Sukabumi - Penerapan teknologi Fish Finder di sektor perikanan Jabar membuat hasil tangkapan nelayan meningkat sampai 10 kali lipat. Dengan Fish Finder, nelayan dapat mengetahui keberadaan ikan, topografi bawah laut, dan kedalaman laut.

Fish Finder terdiri dari display berupa monitor dan tranducher. Tranducher sendiri berfungi untuk memindai keberadaan ikan di laut. Nantinya, gerak laju ikan di bawah laut dapat dilihat di monitor. Hal tersebut membantu nelayan dalam menentukan titik pencarian ikan.

"Kita di Jawa Barat telah menerapkan teknologi 4.0 untuk nelayan. Yaitu melengkapi nelayan dengan sebuah alat bernama Fish Finder," kata Emil saat meninjau Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (31/8/19).

"Nelayan tidak usah pakai feeling lagi, dengan teknologi ikan terdeteksi. Jadi, kalau seluruh nelayan pakai alat ini pendapatan meningkat.”

"Sukses di sini, di Pelabuhanratu, maka saya akan praktikan Fish Finder di seluruh Jawa Barat," imbuhnya.

Sementara itu, nelayan setempat bernama Iman mengatakan, dengan penggunaan Fish Finder, hasil tangakapan di laut meningkat signifikan. Selain memindai keberadaan ikan di laut, alat tersebut dapat memprediksi cuaca, dan berkomunikasi via chat room.

Terkait penggunaan Fish Finder, Iman mengaku tidak sulit. Menurut dia, dirinya hanya perlu satu hari untuk mempelajari cara penggunaan teknologi tersebut. "Di cari koordinat nanti terdeteksi di mana ikan berada," katanya.

Iman mengatakan, rata-rata hasil tangkapan nelayan meningkat pesat setelah menggunakan Fish Finder. Dari 300 kilogram ikan sekali melayar menjadi 3.000 kilogram ikan. Di Pelabuhanratu sendiri, sudah ada 15 perahu yang dilengkapi dengan Fish Finder.

"Teknologi ini bermanfaat, Terima kasih Pak Gubernur, alat ini layak untuk dikampanyekan, sudah kita coba, alat ini sangat berguna," katanya.

"Tadinya kita kasat mata, sekarang ada teknologi. Kita bisa mantau ikan hingga kedalaman 200 meter," tambahnya.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler