Wujudkan Kantin Sehat, Para Pedagang Dilatih Sanitasi Makanan

Jakarta - Belum lama ini Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) melakukan penyuluhan bagi para pedagang kantin dan jajanan di sekolah nih TemanBaik. Tepatnya di wilayah Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat.

Tim Pengmas terdiri atas para dosen dan mahasiswa FKM UI yaitu Dr. drg. Ririn Arminsih W, M.Kes, Dr.Laila Fitria, S.KM, M.Kes, Nurmalasari, S.KL, Nurina Vidya Ayuningtyas, S.KM, M.Kes, dan Aulia Salmaddiina.

Mengusung tema 'Pelatihan Pedagang Kantin Sekolah Dasar sebagai Upaya Mewujudkan Sekolah Sehat di Kota Depok' program Pengmas ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai kehigienisan sanitasi makanan kepada pedagang dan guru sebagai pengawas kantin sekolah.

Penyuluhan ini dilakukan di beberapa sekolah yang meliputi SDN Pondok Cina 3, SDN Pondok Cina 5, SDN Beji 4, SDN Beji 5, SDN Beji 7 dan SDN Tanah Baru 2 dan diikuti oleh 22 pedagang jajanan dan 18 pewakilan guru dari setiap sekolah.

Pedagang jajanan sekolah yang mengikuti kegiatan ini kebanyakan sih merupakan pedagang jajanan keliling yang tidak menetap dan mereka belum menerapkan kehigienisan sanitasi makanan. Seperti pemilihan bahan baku, tempat penyimpanan bahan, fasilitas sanitasi dan higiene perseorangan. Hal itu lah yang nantinya dapat menjadi potensi kontaminasi makanan dan menjadi sumber penyakit.

Baca Ini Juga Yuk: 5 Manfaat Jamur Bagi Kesehatan yang Perlu Kamu Tahu

"Latar belakang pelaksanaan Pengmas ini didasarkan atas penelitian mengenai jajanan anak sekolah dasar pada tahun 2018, Kecamatan Beji merupakan kecamatan di Kota Depok dengan angka kontaminasi bakteri tertinggi pada jajanan anak (bakteri coliform sebanyak 64 persen dan bakteri E.coli sebanyak 11 persen). Penelitian lain juga menyebutkan bahwa sebagian besar (94 persen) pedagang yang berjualan di kantin sekolah dasar di Kecamatan Beji belum pernah mengikuti pelatihan mengenai higienitas sanitasi pengolahan makanan," ujar Dr. Ririn selaku Ketua Pengmas FKM UI lewat keterangan resminya.

Penyuluhannya sendiri dibagi menjadi dua kelompok yaitu pada pedagang dan guru. Pada setiap pertemuan masing-masing kelompok difasilitasi oleh dua orang fasilitator.

Waktu kegiatan berdurasi 120 menit yang diawali dengan pre-test untuk melihat sejauh mana pengetahuan mereka mengenai higiene sanitasi makanan dan diakhiri juga oleh post-test yang bertujuan untuk melihat pemahaman setelah pemaparan materi.

Hasil dari perbandingan pre-test dan post-test akan menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan.

"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pedagang dan guru mengenai higiene sanitasi, menumbuhkan kepedulian warga sekolah terhadap kualitas jajanan yang dijual di kantin sekolah, dan mengubah perilaku pedagang jajanan sekolah agar terbiasa menerapkan prinsip higiene sanitasi," ungkap Ririn.


Foto: ui.ac.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler