Aplikasi Ojol Dorong Pelaku UKM Makanan Kurangi Sampah PLastik

Bandung - TemanBaik siap mendukung Gerakan pengurangan sampah plastik? Yuk mulai detoksifikasi gaya hidup kamu lewat kebiasaan memesan makanan.

Bermula dari melesatnya pemesanan kuliner secara online, Gojek mengajak TemanBaik, mitra driver hingga UKM produsen makanan untuk fokus melakukan diet plastik. Coba hitung, untuk sekali transaksi lewat driver ojek online, kita bisa memproduksi gelas plastik, sedotan, alat makan hingga kotak makanan yang raya - rata berbahan plastik

Lewat gerakan masif ini juga, aksi Gogreener ini berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung menyerukan ajakan yang sama soal isu lingkungan hidup. Aksi ini dimulai dari kebiasaan memilah sampah organik dan non organik agar lebih mudah diolah di TPA atau istilah sohornya Kang Pisman, yakni Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan.

VP Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek Rosel Lavina menjelaskan, pihaknya berkomitmen serius untuk mencari solusi terbaik dalam hal pengolahan sampah yang dihasilkan dari transaksi pembelian makanan secara online.

"Tak bisa dipungkiri, kami juga punya tanggungjawab besar untuk persoalan sampah di Indonesia. Sampai saat ini, kita sudah bermitra dengan 500 ribu merchant yang 95 persen pedagang UKM. Kita juga mencatat 50 juta transaksi per bulan, jadi terbayang ya berapa banyak sampah yang dihasilkan," ungkap Rosel di Moxy Hotel Bandung, Selasa (3/12/2019).

Selain memberikan pemahaman dan pelatihan mengenai bisnis yang ramah lingkungan, aplikasi online ini juga mengganjar edukasi terhadap UKM kuliner akan pentingnya meminimalisasi penggunaan kantung plastik dan alat makan saat mengemas makanan.

"Kita menyadari pentingnya berkontribusi dalam upaya pengurangan sampah plastik yang menjadi salah satu isu utama lingkungan di Indonesia saat ini. Melalui program Go Greener ini, kami memfasilitasi mitra merchant dengan pelatihan sadar lingkungan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kita pokoknya memberikan opsi buat pelanggan, kalau enggak butuh alat makan baiknya jangan dipesan," ungkapnya.

Selain menjadi upaya untuk menjaga lingkungan, pelatihan berbasis ramah lingkungan ini juga punya misi memperkuat karakter mitra UKM tentang kecintaan terhadap lingkungan di sekitarnya.

Enggak bisa sendiri, kegiatan berbasis lingkungan ini memang harus melibatkan banyak pihak. Tak hanya UKM kuliner, mitra driver hingga pelanggan juga berperan sebagai agen perubahan yang siap mengkampanyekan aksi baik ini.

Tapi usaha bersama ini patut diapresiasi juga loh. Menurut laporan Google Indonesia berjudul “2019 Year in Search Indonesia Insights for Brands”, pelanggan Indonesia tercatat semakin peduli tentang dampak konsumsi mereka terhadap lingkungan. Hal ini terlihat dari 3 kali peningkatan pencarian 'sedotan stainless' dan 6.7 kali peningkatan pencarian 'tas daur ulang' di Google.

Jadi, mitra merchant dapat mengambil kesempatan ini agar semakin dicintai oleh pelanggan. Upaya pengelolaan lingkungan juga merupakan dukungan terhadap Peraturan Walikota (Perwal) Bandung Nomor 37 tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda No 17 Tahun 2012 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler