3 Keuntungan Indonesia Kolaborasi Vaksin dengan Afrika Barat

Bandung - Urusan vaksin dan produk bio teknologi, Indonesia sudah jadi jawaranya, TemanBaik. Hingga saat ini, pemerintah melalui Bio Farma juga sudah mengekspor vaksin ke lebih dari 140 negara di dunia.

Nah, melihat kondisi perekonomian global yang konon lagi kurang ciamik, negara kita mulai ancang-ancang. Seperti kamu ketahui, untuk maju bersama memang butuh kolaborasi yang kuat.

Untuk mempertahankan optimisme bisnis, beberapa negara di dunia mulai menginisiasi kemitraan yang bertajuk, 'Selatan Selatan dan Triangular' (South South and Triangular Cooperation).

Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Slamet Soedarsono, pada Reverse Linkage (RL) Senegal-Indonesia di Bio Farma berbagi cerita nih, kolaborasi antarnegara ini bakal memperkuat Indonesia sebagai produsen vaksin terdepan di jagat ini. Kira-kira apa saja keuntungannya? Yuk simak!

Baca Ini Juga Yuk: Terpilih Jadi Industri Farmasi 4.0, Ini Sederet Inovasi Bio Farma

1. Memperkuat Sinergi Ekonomi Antarnegara
Dalam kolaborasi ini, banyak pihak yang terlibat. Selain Indonesia sebagai negara pengekspor vaksin, konsep kerja sama Selatan-selatan ini juga mendukung kemandirian vaksin kepada negara yang dituju.

Menurut Slamet, dalam kondisi perekonomian global yang kurang baik seperti sekarang, kolaborasi Selatan Selatan dan Triangular (South South and Triangular Cooperation) ini bakal jadi poros baru untuk masa depan produk vaksin dan life science. Tentunya dong, ini akan berdampak ekonomi yang signifikan.

2. Buka Peluang Bisnis Baru di Afrika Barat
TemanBaik harus tahu ya, kalau saat ini Indonesia tengah shifting alias bergeser dari yang semula ekspor sumber daya alam ke produk berbasis teknologi. Di sini nih kita bisa optimalkan kemampuan. Selain kemitraan yang makin solid, kerja sama ini juga jadi gerbang pembuka buat memperluas pasar vaksin di wilayah Afrika Barat.

Nah bagi Indonesia, ini jadi peluang merebut pangsa pasar baru di luar jalur ekspor nontradisional alias tujuan ekspor negara-negara baru yang masih segar.

3. Gerbang Investasi Bisnis di Luar Negeri
Coba dipikirkan lebih jauh ya TemanBaik, kalau terus-terusan ekspor ke negara tujuan, pasti negara pengimpor akan mengalami defisit. Makanya, untuk menjaga kestabilan kerja sama keduanya, dibutuhkan investasi.

Seperti misalnya Bio Farma yang berencana investasi di Senegal. Dengan langkah itulah, berbagai produk vaksin asal Indonesia bisa lebih gampang untuk dipasarkan ke seluruh wilayah Afrika.


Foto: Dini Yustiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler