Abah Landoeng, Sosok Pejuang Antikorupsi Berusia 94 Tahun

Bandung - TemanBaik, di Hari Antikorupsi Sedunia hari ini, BeritaBaik mau kasih tahu satu sosok nih. Perkenalkan, namanya Landoeng, pria berusia 94 tahun. Pria asal Bandung ini akrab disapa Abah Landoeng.

Beberapa tahun lalu, ia sangat giat berkeliling dari satu daerah ke daerah lain tanpa dibayar. Ia pernah jadi relawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia selalu berusaha ramah menemui siapapun. Ia juga selalu membagikan stiker, buku, poster, gelang, hingga gantungan kunci yang semuanya bertema antikorupsi.

Tapi, sejak beberapa tahun terakhir, Abah Landoeng sudah 'pensiun' dari kegiatannya. Meski begitu, bukan berarti ia berhenti menyebarkan 'virus' antikorupsi kepada masyarakat. Ia ternyata masih sering menyebar pemahaman dan ajakannya untuk perang terhadap korupsi.

"Kalau sekarang di belakang layar saja. Paling memberikan edukasi ke generasi milenial," kata Abah Landoeng kepada BeritaBaik.id saat ditemui di kawasan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Senin (9/12/2019).

Di belakang layar yang dimaksudnya adalah tak lagi berkeliling seperti dulu. Sebab, kondisi fisiknya sudah tak lagi memungkinkan untuk beraktivitas menggunakan sepeda kesayangannya. Sehingga, ia lebih memilih cara lain untuk menebarkan pahamnya.

"Paling kalau sekarang ngasih edukasinya ke kelompok-kelompok, ke kerumunan anak-anak sekolah," ucap Abah Landoeng.

Sementara dulu, ia mendatangi satu per satu siapapun di jalanan. Terik matahari hingga hujan pun seolah jadi sahabat akrabnya bersama sepedanya. Tapi, semangat tinggi tetap ada dalam benak Abah Landoeng meski kini menyebarkan 'virus' dengan cara berbeda. Ia ingin siapapun yang ditemuinya memiliki prinsip hidup antikorupsi.

Baca Ini Juga Yuk: KPK Gelar Acara Seru Peringati Hari Antikorupsi Sedunia 2019

"Tentunya pesan yang diberikan adalah bagaimana mereka menjaga dirinya, bersikap jujur, dan menjauhi hal-hal tidak baik, di antaranya korupsi," jelasnya.

Dalam aktivitasnya, Abah Landoeng juga sering memberi pesan pada guru dan orang tua yang ditemuinya. Ia menyarankan mereka untuk jadi contoh bagi anak-anak. Sebab, mereka adalah contoh yang mudah ditiru anak-anak. Saat melakukan hal buruk, anak akan dengan mudah mengikutinya. Begitu juga dengan hal-hal baik.

"Moral dan kejujuran itu harus ditanamkan sampai ke hati sanubari. Sekarang yang tua-tua ini harus memberikan contoh," tuturnya.

Sementara di momentum Hari Antikorupsi Sedunia, Abah Landoeng memberi pesan khusus bagi para orang tua. Mereka harus menanamkan kedisiplinan dan kejujuran pada anak-anaknya. Sebab, itu jadi modal penting agar si anak kelak jadi pribadi yang anti terhadap korupsi.

"Disiplin dan kejujuran itu yang paling utama (harus ditanamkan pada anak)," tegas Abah Landoeng.

Abah Landoeng sendiri adalah sosok yang kaya akan banyak pengalaman. Selain pernah menjadi guru selama puluhan tahun, ia pernah jadi relawan Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1955 di Bandung. Saat itu, ia bertugas mengumpulkan belasan mobil untuk dipakai para delegasi dari berbagai negara.

Ia juga pernah jadi relawan pasca tsunami di Aceh dan Pangandaran, hingga pencarian pesawat Sukhoi yang jatuh di Gunung Salak. Ia pun aktif sebagai pegiat lingkungan sudah sangat lama.

Di usianya yang sudah 94 tahun, fisik Abah Landoeng pun tergolong hebat. Badannya masih tegap, ingatannya masih sangat tajam, ia masih bisa berjalan bahkan mengayuh sepeda dengan jarak cukup jauh, dan keramahannya tentu saja masih sangat terjaga.


Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler