Ini yang Terjadi Saat Tunanetra Main Sepak Bola

Bandung - TemanBaik pernah menyaksikan tunanetra bermain sepak bola? Jika belum, kita kasih ulasannya nih. Kebetulan hari ini digelar pertandingan sepak bola tunanetra di Lapangan Wyata Guna, Kota Bandung. Kegiatan ini adalah untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional.

Selayaknya permainan sepak bola, setiap tim diperkuat kiper, bek, gelandang, dan striker. Ada yang tunanetra total, tapi ada juga low vision, yaitu kondisi mata yang cenderung mendekati kebutaan.

Aturan yang digunakan dalam pertandingan ini adalah hanya tunanetra total yang boleh mencetak gol. Sedangkan mereka yang low vision hanya bisa memberikan umpan saja. Jika penyandang low vision mencetak gol, maka gol akan dianulir.

"Bagian paling sulit dari sepak bola ini adalah yang low vision harus mengoper bola ke yang (tunanetra) total. Jadi yang total ini orientasi (mencetak golnya) harus baik," kata Sardani (31), salah seorang pemain.

Untuk bola, yang dipakai adalah bola plastik. Tapi, di dalamnya sudah dimasukkan alat khusus yang mengeluarkan bunyi saat bola bergerak. Sehingga, para pemain bisa mengetahui di mana posisi bola.

Agar pemain tidak salah dalam melakukan serangan, di belakang gawang lawan ada orang yang bertugas secara khusus membunyikan alat musik. Dalam pertandingan di lapangan ini, alat musik yang digunakan adalah bonang. Bunyi dari alat musik yang dipukul tanpa henti itu jadi acuan bagi pemain ke mana mereka harus menyerang.

Karena yang bermain memiliki penglihatan sangat terbatas dan total tak bisa melihat, benturan demi benturan kerap terjadi. Bahkan, pemain dari tim yang sama cukup sering terjadi. Berbenturan dengan pemain lawan juga tak kalah sering terjadi.

'Menendang udara' pun jadi pemandangan yang biasa dalam pertandingan. Bahkan, tak sengaja menendang teman setim atau lawan jadi hal lumrah yang terjadi. Ada juga pemain yang saling bertubrukan satu sama lain meski posisinya sama-sama jauh dari bola.

Tapi, semua terlihat begitu menikmati pertandingan. Tawa pun menjadi bumbu dari setiap kesalahan yang dilakukan di lapagn. Sportivitas pun dijunjung tinggi karena pertandingan ini bertujuan untuk hiburan semata.

Rasa sakit akibat benturan, termasuk cedera pun jadi hal yang rentan terjadi. Tapi, hal ini justru bukan jadi alasan bagi mereka untuk takut bermain sepak bola. "Kalau terjadi benturan lucu, tapi sakit," kelakar Elda Nur Fakhmy (20), pemain lainnya.

Senada dengan Elda, Sardani juga memandang rasa sakit dalam pertandingan hanya sebagai bumbu. Yang penting, para pemain menikmati pertandingan dan merasakan keseruannya.

"Nikmati aja (kalau terjadi benturan). Yang penting dari olahraga ini adalah kebersamaannya," ucap Sardani.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler