Penting! 5 Tips Rencana Antisipasi Bencana ala BNPB

Bandung - TemanBaik tahu kan jika saat ini adalah musim hujan? Biasanya, hujan akan meningkatkan potensi terjadinya bencana, terutama banjir dan tanah longsor. Tapi, di luar itu sebenarnya ada potensi bencana lain yang tak mengenal cuaca seperti gempa bumi, kebakaran, hingga meletusnya gunung api.

Intinya, kita hidup di negara yang rawan bencana, baik karena faktor geografis atau tergantung perilaku manusia. Kewaspadaan pun harus dimiliki. Karena itu, penting banget loh untuk mempersiapkan diri agar kita siap menghadapi bencana.

"Masyarakat diimbau untuk selalu siap siaga dengan membuat rencana antisipasi bencana," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo.

Apa saja sih yang harus dilakukan? Pertama adalah mencatat nomor-nomor telepon penting, mulai dari PMI, Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD), Kantor SAR, serta instansi lainnya.

Sehingga, ketika bencana terjadi, kamu bisa dengan cepat meminta bantuan, baik penanggulangan bencana hingga evakuasi. Simpan nomor telepon ini di gawai kamu. Sebagai jaga-jaga, tulis juga deh di kertas dan simpan di tempat yang mudah dijangkau.

Kedua, penting untuk membentuk komunitas siaga bencana di lingkunganmu. Lebih banyak yang terlibat akan lebih baik. Lakukan kegiatan gotong royong seperti kerja bakti, dan menentukan jalur evakuasi serta titik kumpul aman.

Khusus untuk jalur evakuasi dan titik kumpul aman, sebaiknya sosialisasikan ini kepada masyarakat sekitar. Dengna begitu, saat bencana terjadi, warga tak akan bingung mencari jalan menyelamatkan diri.

Ketiga, siapkan tas siaga bencana. Tas ini berisi berbagai perlengkapan kamu minimal untuk tiga hari. Sehingga, saat sewaktu-waktu bencana datang dan kamu harus pergi dari rumah, kamu punya perbekalan untuk bertahan hidup. Ini akan berguna saat bantuan belum datang. Perbekalan ini berisi pakaian, obat-obatan, hingga makanan dengan daya tahan lama untuk disimpan.

Keempat, amankan berbagai dokumen penting dalam tempat khusus. Sehingga, dokumen ini tak akan rusak saat bencana terjadi. Yang paling ideal sih menyimpannya dalam brankas antiair.

Kelima, laporkan ke aparat pemerintah jika kamui menemukan kerusakan lingkungan atau yang dapat membahayakan. Misalnya saat ada tanggul yang rusak atau bocor. Dengan begitu, penanganan atau antisipasi dini bisa dilakukan pemerintah.

"Bencana adalah urusan bersama dan merupakan peristiwa yang berulang. Potensi bencana besar pasti akan terjadi, namun kita tidak pernah tahu kapan waktu akan terjadinya. Semua pihak harus terlihat dalam upaya menyelamatkan nyawa manusia dari bencana," jelas Agus.

Agus menambahkan, berdasarkan survei, 35% orang yang mampu menyelamatkan diri adalah kapasitas dirinya. Orang tersebut paham apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi.

Foto: BNPB


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler