DKRTH Sulap Sisa 'Perantingan' Jadi Kompos & Kerajinan Tangan

Surabaya - Ada 192 meter kubik dedaunan yang berhasil dikumpulkan dari giat perantingan pohon di sepanjang Jalan Ahmad Yani Surabaya. Alhasil, sisa-sisa daun hasil perantingan itu dikirim ke Pusat Daur Ulang (PDU) atau rumah kompos untuk dijadikan pupuk.

Dilansir dari laman surabaya.go.id, Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya, Hendri Setianto mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk mengurangi tingkat kerawanan pohon tumbang.

Sebenarnya perantingan ini merupakan kegiatan rutin. Hanya saja, di tengah puncak musim hujan saat ini, giat perantingan semakin digencarkan.

“Kita laksanakan dengan cara memendekkan (pohon) agar beban dari pohon tidak terlalu berat. Sedangkan untuk sampahnya langsung kita angkut bersihkan. Jadi setelah perantingan, sudah nol (sampah),” kata Hendri.

Baca Juga Yuk: Mantap! Terminal Bandara Pekanbaru Siap Tampung 5 Juta Penumpang 

Untuk mempercepat proses perantingan, pihaknya menerjunkan 52 pasukan kadaka dan 60 personel kebersihan. Selain itu, ditambah dengan 5 unit skylift walker, 10 dumptruck dan dua alat berat.

“Dengan perantingan ini nanti perawatannya juga tidak terlalu sering, karena kita pendekkan. Paling tidak kita mengurangi risiko pohon tumbang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Ruang Terbuka Hijau, DKRTH Surabaya, Rochim Yuliadi menambahkan daun atau kotoran hasil perantingan kemudian dikirim ke PDU yang tersebar di beberapa wilayah Surabaya.

“Sampah organik seperti dedaunan akan dimasukkan ke mesin pencacah melalui conveyor yang berada di PDU, setelah itu ditimbang dan diolah menjadi pupuk kompos. Hasil perantingan dikirim ke rumah kompos untuk diolah menjadi pupuk kompos,” jelas Rochim.

Sedangkan, untuk batang-batang besar hasil perantingan, selanjutnya dikirim ke Pengolahan Sampah dan Limbah (PSL) yang berada di Workshop Keputih. Di tempat itu, batang pohon akan diolah menjadi kerajinan tangan, seperti meja, kursi dan peralatan mebel.

Foto: Dok. Humas Surabaya

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler