Kenali Ciri Anak Jadi Korban Perundungan dan Cara Mengatasinya

Bandung - TemanBaik, khususnya para orang tua, tahu kan jika bullying atau perundungan akan berdampak negatif bagi anak. Perundungan akan membuat psikis mereka terganggu. Apalagi, jika perundungan disertai kekerasan fisik.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung Irma Nuryani mengatakan ada ciri khusus yang bisa dikenali jika anak jadi korban bullying.

"Biasanya anak akan berubah perilaku, misalnya dia pulang sekolah mendadak jadi pemurung atau justru menjadi pemarah," ujar Irma di Balai Kota Bandung, Kamis (6/2/2020).

Perubahan perilaku ini biasanya terjadi pada mereka yang tak mampu mengungkap perasaannya pada orang lain. Sehingga, sangat lazim terjadi korban perundungan mendadak burung.

                                                                Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Baca Ini Juga Yuk:
4 Hal Penting yang Harus Kamu Tahu Saat Dampingi Pejuang Kanker

Sedangkan jika anak mendadak jadi pemarah, itu karena mereka ingin melampiaskan emosinya setelah jadi korban perundungan. Mereka tak tahu cara menyelesaikan ganjalan di hatinya.

Cara Menangani Anak Korban Perundungan
Perundungan sendiri bisa dilakukan seseorang atau kelompok secara fisik maupun sebatas verbal. Bagi perundungan dengan kekerasan fisik, hal ini mungkin lebih mudah dikenali karena secara kasat mata bisa dilihat.

Sedangkan perundungan secara verbal jelas sulit dilihat. Yang bisa dilihat hanya dari perilaku sang anak. Karena itu, sebagai orang tua, kamu harus jeli melihat perubahan itu.

Segera ajak anak untuk berbincang soal apa yang dialaminya. Jika anak tertutup dan tak mau mengungkapkannya, beri ia waktu untuk menenangkan diri. Usahakan jangan memaksanya berbicara ya.

Setelah anak terlihat merasa rileks, ajak kembali berkomunikasi, tentunya dengan bahasa yang mudah dimengerti mereka. Hibur dan tenangkan juga sang anak. Berikan pemahaman bahwa dalam kehidupan kadang hal tak diinginkan terjadi. Beri juga motivasi pada anak agar mereka jadi pribadi yang lebih kuat setelah perundungan yang dialaminya. Jangan lupa, obati anak jika ada luka pada fisiknya.

Setelah tahu permasalahan anak dan melakukan penanganan awal, langkah terbaik berikutnya adalah melaporkan pada pihak sekolah. Ini bukan berarti kamu menjadi seorang 'pengadu' ya. Hal ini justru langkah bijak.

Kenapa? Itu karena pengaduan ke pihak sekolah akan membuat masalah segera ditangani. Pihak sekolah, biasanya melalui guru bimbingan dan konseling (BK), pelaku perundungan dan korban akan dipanggil. Bukan untuk dihakimi, tapi dicari duduk persoalan dan penyelesaiannya, termasuk menasihati.

Dengan cara itu, pelaku perundungan diharapkan menjadi sadar bahwa tindakannya melukai perasaan orang lain dan bisa berdampak buruk secara psikis maupun fisik. Sehingga, pelaku diharapkan tak lagi melakukan tindakan serupa.

Jangan Main Labrak
Sebagai orang tua, hal wajar jika kamu emosi ketika mendengar anak jadi korban perundungan oleh anak lain di sekolah, apalagi jika disertai kekerasan fisik. Tapi, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah berusaha bersikap tenang dan berpikir jernih.

"Orang tua harus paham. Ketika anaknya misalkan melapor di sekolah ada kejadian (jadi korban perundungan), orang tua jangan serta merta emosional," ucap Kasi Penguatan Kelembagaan dan Organisasi Anak DP3APM Kota Bandung Christin Hartini.


                                                                             Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Fokuslah untuk memulihkan mental anak, termasuk fisiknya jika mengalami luka. Setelah itu, laporkan pada pihak sekolah. Kamu juga bisa melaporkannya ke P2TP2A atau instansi terkait di daerah kamu.

Hindari main labrak dan ngomel-ngomel tak karuan terhadap pelaku perundungan, apalagi terhadap orang tuanya. Jika kamu asal labrak, masalah mungkin akan jadi lebih besar. Pada akhirnya sesama orang tua akan bertengkar dan permasalahan makin melebar.

Jika permasalahan sudah dilaporkan ke pihak sekolah, berilah ruang kepada mereka untuk membantu penyelesaian persoalan. Begitu juga jika kamu melapor ke P2TP2A atau instansi terkait lainnya.

Dengan berpikir jernih dan sikap tenang, masalah yang dihadapi akan bisa dicari jalan keluar terbaik. Misalnya jika anak korban perundungan harus berobat, maka orang tua pelaku akan bertanggungjawab dengan penuh kesadaran, termasuk meminta maaf.

Foto: Ilustrasi Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler