Berkenalan Lebih Dekat dengan Pesut Mahakam yang Hampir Punah

Samarinda - TemanBaik ada yang tahu apa itu Pesut Mahakam? Sepintas, pesut ini mirip lumba-lumba. Bedanya, pesut ini hidup di air tawar, bukan di laut. Simak ulasan lengkapnya yuk!

Pesut Mahakam adalah mamalia air. Ingat ya, mamalia air, sama seperti lumba-lumba yang merupakan mamalia. Hewan ini hidup di Sungai Mahakam di Kalimantan Timur (Kaltim) atau di Sungai Kapuas di Kalimantan Barat (Kalbar).

Dilansir di laman Indonesia.go.id, pesut Mahakam ini masih kerabat dekat dengan pesut yang terdapat di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan serta Australia. Nama latin dari hewan ini adalah Orcaella fluminalister. Tapi, World Wide Fund (WWF) menyebutnya dengan istilah Irrawaddy dolphin.

Tubuh pesut Mahakam ini tegap, lurus, dan bulat. Umumnya memiliki tubuh berwarna putih dan abu-abu muda sampai tua. Sedangkan kepalanya seperti umbi tapi tidak memiliki hidung.

Yang cukup ikonik dari hewan ini adalah bentuk matanya yang terkesan sipit. Ini menandakan pesut Mahakam memiliki adaptasi fisik dengan sungai yang berlumpur. Kondisi ini juga membuat pesut ini punya sirip pungugng kecil yang agak membulat.

Pesut ini memiliki gigi kecil dengan ukuran hanya 1 sentimeter sebanyak 17-20 buah di bagian atas dan 15-18 buah di bagian bawah. Seperti lumba-lumba, hewan ini juga suka menyemburkan air yang keluar dari lubang di area depan wajahnya.

Bobot dan Daya Tahan
Pesut Makaham secara umum memiliki panjang 1,5-2,8 meter dan beratnya di kisaran 114-135 kilogram. Sedangkan bobot pesut yang baru lahir sekitar 12,3 kilogram.

Pesut ini bisa bertahan hidup hingga umur 28-30 tahun. Organ reproduksinya sendiri baru matang saat berusia 3 tahun. Pesut betina akan hamil dalam kurun 9-14 bulan. Sekali melahirkan, pesut ini hanya menghasilkan satu ekor saja loh. Sedangkan untuk hamil lagi, butuh waktu 3 tahun bagi pesut betina.

Baca Ini Juga Yuk:
Mengenal Kegiatan Pers Pra-Kemerdekaan Lewat 4 Surat Kabar Ini


Pesut biasanya hidup secara berkelompok. Dalam satu kelompok, jumlah pesutnya antara enam hinga sembilan ekor saja. Karakteristik dari pesut ini adalah kemampuan berenangnya yang tergolong lamban, yaitu 25 kilometer/jam.

Tapi, pesut ini mampu menyelam selama 30-60 detik dan bisa mencapai 12 menit loh jika dalam keadaan terancam. Nah, jika keadaan dirasa aman, pesut akan 'bersantai' dengan cara muncul ke permukaan sungai, terutama bagian kepalanya.

Nyaris Punah Karena Habitat Terganggu

Ada fakta miris di balik hewan yang terlihat mengemaskan ini. Hewan yang juga disebut pesut Etam ini terancam populasinya. Jumlahnya makin menyusut dari waktu ke waktu.

Data pada 2019, pesut Mahakam ini tinggal 80 ekor saja. Dulu, pesut ini sering terlihat di berbagai wilayahj di Kalimantan. Tapi, kini mereka hanya ada di Kaltim dan Kalsel saja. Dengan kondisi itu, pesut Mahakam kini dikategorikan sebagai satwa kritis dan terancam punah.

Apa sih yang menyebabkan pesut Mahakam terancam punah? Ternyata bukan karena diburu predator alaminya. Hewan ini justru bukan jadi santapan hewan predator.

Ancaman kepunahan mereka lebih dikarenakan kerusakan lingkungan. Di Danau Semayang, Kukar, misalnya, pesut makin menurun jumlahnya karena permukaan danau sering penuh oleh eceng gondok. Hal ini membuatnya kesulitan mendapatkan makanan berupa ikan kecil, moluska (hewan lunak seperti siput), dan udang-udangan.

Ada juga pendangkalan sungai karena sampah hingga aktivitas manusia. Ujungnya, pesut kesulitan mendapat makanan ditambah kondisi lingkungan yang memburuk.

Tapi, upaya penyelamatan pesut Mahakam terus dilakukan. Salah satunya dilakukan Pemprov Kalimantan Barat yang kini sedang membangun hutan mangrove. Tujuannya, jika hutan mangrove terkelola dengan baik, maka sumber makanan pesut akan tersedia.

Foto: dok. Indonesia.go.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler