Udumbara, Bunga Legendaris yang Tumbuh 3.000 Tahun Sekali

Bandung - TemanBaik, pernah mendengar nama bunga Udumbara? Bunga yang di wilayah Asia ini memiliki berbagai nama seperti Udonge atau disebut Youtan Poluo oleh sebagian besar penduduk dunia ini punya keunikan tersendiri, lho! Yuk kita simak!

Nama Udumbara memang tak sepopuler Edelweis, Anggrek Hitam atau Tulip. Namun Udumbara punya satu keistimewaan. Selain keberadaannya yang sangat langka, bunga ini sering disebut bunga dari 'surga' karena membutuhkan waktu 3000 tahun untuk tumbuh. Menariknya lagi, bunga ini memiliki ukuran yang sangat kecil. TemanBaik hanya akan dapat melihat bentuk bunga ini dengan bantuan kaca pembesar karena ukuran bunga ini hanya sekira satu hingga dua milimeter.

Dengan batang yang minimalis dan bentuk bunga yang sangat kecil, Udumbara nampak rapuh sekali. Namun meski begitu, ia tetap memiliki karakter yang kuat. Jika beberapa bunga bisa diklaim sebagai ciri khas suatu negara, seperti bunga tulip dan Belanda-nya, maka udumbara tak bisa diklaim sebagai ciri suatu negara karena bunga ini tumbuh di mana-mana. Belum ada negara yang mengklaim jadi pemiliknya.

Uniknya lagi, bunga ini tak memerlukan kriteria tertentu untuk tumbuh. Ia bisa tumbuh di tanah, kayu, kaca, atau bahkan bertahan di sebuah logam. Tak ada pula ketentuan suhu udara sebagai syarat tumbuhnya bunga ini. Harum udumbara disebut lebih dari parfum. Ia bisa menyebar hingga waktu yang sangat lama bila ditaruh di dalam ruangan. Di luar itu, keunikan bunga Udumbara kerap dikaitkan dengan mitos pembawa keberuntungan.

Baca Ini Juga Yuk: Cerita Agen Koran Hadapi Senjakala Media Cetak

Filosofi
Udumbara pernah ditemukan di Tiongkok, medio 2007 silam. Ding, seorang petani di Provinsi Liaoning Timur Laut Cina menemukan 38 bunga Udumbara di beberapa pipa logam kebun miliknya.

Penemuan selanjutnya adalah di Teipei Chen Guodong. Bunga ini tumbuh mekar di salah satu rumah warga, sehingga menarik perhatian masyarakat sekitar. Atau penemuan di tahun 2011 oleh biarawati di Tiongkok bernama Miao Wei yang tinggal di Gunung Wushan.

Penemuan yang cukup membuat viral terjadi pada 1997, saat Udumbara tumbuh di dahi patung budha. Hal itu ditemukan di Chonggye-sa Temple, Seoul, Korea Selatan.

Viralnya penemuan tersebut dikarenakan saat itu merupakan tahun ke 3024 setelah ajaran Budhaisme lahir ke dunia. Beberapa kitab kuno menyebutkan, bunga tersebut terakhir kali mekar sebelum Budha Gautama lahir.

Dalam mitologi Budha, Udumbara kerap dikaitkan dengan keberkahan. Sehingga akan membawa keberuntungan bagi yang menemukannya. Dalam legenda Budha, kehadiran bunga udumbara dikaitkan dengan akan datangnya Raja Suci Pemutar Roda sang Pelurus Dharma (hukum moral) di dunia.

Tumbuh di Indonesia
Dilansir dari indonesia.go.id, kehadiran Udumbara sempat menghebohkan Jimbaran, Bali, beberapa waktu lalu. Seorang warga bernama Kadek Suardhana menemukan Udumbara di gagang pintu dan ranting jeruk miliknya. Percaya akan mitos keberuntungan, Suardhana kemudian memelihara bunga tersebut selama bertahun-tahun.

Tak hanya Suardhana saja, setidaknya di Indonesia, Udumbara tumbuh di Kalimantan Selatan, atau tepatnya di Kabupaten Banjarbaru. Adalah Rizki Amelia, seorang warga yang menemukan bunga ini tumbuh di dalam dinding dalam pintu berbahan baja di ruang kerja sebuah percetakan miliknya.

Sayangnya, meski beberapa kali ditemukan, bunga ini belum bisa dikembangbiakkan karena belum ada penelitian yang mengembangkan bunga langka yang hampir punah tersebut.

Udumbara berbentuk subur, mirip dengan jamur, mengeluarkan cahaya putih dan beraroma harum. Belum ada penelitian yang menyebutkan jika bunga ini mati, maka akan tumbuh di tempat yang sama meski harus menunggu ribuan tahun kemudian.

Wah, apa kamu pernah menemukan bunga ini? Lalu, bagaimana jika bunga ini tumbuh di sekitar rumahmu, TemanBaik?

Foto: dok. Indonesia.go.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler