Menelisik Cikal Bakal Industri Batik Modern di Laweyan

Surakarta - TemanBaik, batik tentu bukan menjadi hal asing lagi untuk kita. Sudah ada dan menjadi bagian dari Indonesia sejak lama, industri batik memiliki sejarah panjang ratusan tahun usianya.

Salah satu wilayah yang menjadi saksi bisu sejarah batik di Indonesia adalah Kampung Batik Laweyan (KBL) di Kota Solo. Jika mampir ke Solo, kampung batik ini merupakan destinasi wisata yang akan melengkapi wisatamu. Terletak di Jl. Radjiman No. 521, Kampung Batik Laweyan bisa ditempuh melalui beberapa alternatif akses.

Bila kita dari Stasiun Kereta Api Purwosari Solo (Jalan Slamet Riyadi) silakan ambil jalan ke arah timur. Sesampainya di perempatan Purwosari (Hotel Sala View) ambil jalan ke kanan atau ke selatan (Jalan Perintis Kemerdekaan). Sampai di pertigaan Jalan Dr Radjiman, kita sudah tiba di Kampung Batik Laweyan. Lokasi KBL terdapat di sebelah selatan Jalan Dr Radjiman.

Pada awalnya, Kampung Batik Laweyan dibangun dengan visi dan misi sebagai sentra produksi batik khas Laweyan. Namun tuntutan zaman telah membawa Laweyan sebagai penghasil batik yang mendunia. Tak heran bila Laweyan kemudian menjadi kampung ekonomi, kampung budaya, dan kampung kreatif yang kondang secara nasional dan internasional.

Sentra industri batik ini pernah jaya pada dekade 1970-an. Akan tetapi, perkembangan teknologi dan kemunculan batik printing akhirnya menyurutkan bisnis industri batik tradisional di kampung ini. Setelah vakum selama beberapa puluh tahun, di awal tahun 2000 industri batik tulis di Laweyan pun kembali bergairah. Maraknya wisatawan nasional membuka kesempatan bagi kampung ini kembali eksis.

Kelahiran kembali kampung ini tak lepas dari campur tangan Pemerintah Kota Solo. Kawasan seluas kurang lebih 24 hektare yang terdiri dari 3 blok ini didesain dan ditata ulang dengan konsep terpadu. Dengan konsep terpadu pengunjung Kawasan Batik Laweyan akan memiliki pengalaman unik saat mengunjungi kampung ini.

Para pengusaha di kawasan KBL Solo menjual batik dalam aneka pilihan. Ada yang berupa pakaian, kerajinan tangan, lukisan, kain, dan sebagainya. Harga batiknya bermacam-macam, mulai dari puluhan ribu rupiah hingga jutaan rupiah.

Baca Ini Juga Yuk: Beberapa Sosok Ini Lahir di Hari Kabisat Loh!

Kampung Batik Laweyan memiliki sejumlah destinasi wisata yang bisa kamu kunjungi loh. Seperti dilansir dari situs indonesia.go.id, berikut destinasi wisata di Kampung Batik Laweyan.

Wisata Belanja
Di Kampung Batik Laweyan terdapat 50 lebih toko yang menjual batik dengan kualitas dan harga yang bersaing. Produk yang dijual tak hanya kain batik, namun wisatawan juga bisa membeli aneka aksesoris bernuansa batik, seperti kaos, celana pendek, sendal, syal dan lain-lain.

Wisata Industri
Paket wisata ini salah satu andalan Kampung Batik Laweyan. Yang mana tiap wisatawan dapat melihat langsung proses pembuatan batik dari kain putih sampai berbentuk corak batik. Di tempat ini, berbagai cara pembuatan dapat dilihat mulai batik tulis, batik cap, dan batik sablon. Masing-masing cara pembuatan ini menghasilkan kualitas dan harga berbeda. Program ini ternyata sangat diminati wisatawan mancanegara, lho. Kendati demikian, tak sedikit wisatawan domestik yang juga meminatinya.

Wisata Edukasi
Program wisata edukasi biasanya ramai dikujungi pelajar yang datang dari berbagai kota di Jawa dan luar Jawa. Pada waktu liburan sekolah Kampoeng Batik Laweyan dipenuhi pelajar dari berbagai kota-di Indonesia untuk mengenal dan belajar tentang batik.

Wisata Sejarah
Sesuai usia eksistensinya, Kampung Batik Laweyan meninggalkan banyak situs bersejarah dan tradisi turun-temurun yang bisa kita nikmati. Bangunan-bangunan rumah yang terdapat di kampung ini dipengaruhi oleh tiga gaya arsitektur yaitu: Jawa, Islam, dan Eropa. Ada juga bangunan yang memadukan ketiga gaya arsitektur tersebut sehingga terlihat unik dan menarik.

Jika kamu adalah penggemar fotografi, akan ada rasa tantangan untuk mengambil sudut-sudut berbagai bangunan rumah besar yang bertembok seperti benteng sebagai obyek unik dan menarik untuk bidikan fotografi.

Wisata Kuliner
Tak hanya soal batik, wisatawan juga bisa menikmati aneka kuliner warisan leluhur Kampung Batik Laweyan. Di beberapa sudut kampung, kita bisa membeli aneka kue tradisional seperti kue ledre dan kue apem. Bila ingin berburu makanan berat, di kawasan ini juga dijajakan paket makan besar dengan aneka menu masakan Jawa yang disajikan prasmanan. Uniknya wisatawan dapat menikmati sajian itu di rumah-rumah megah dan klasik milik saudagar batik Laweyan.

Menelisik asal-usulnya, Laweyan itu sendiri berasal dari kata Lawe yang artinya bahan baku kain tenun. Merujuk pada buku Sejarah Kampoeng Batik Laweyan karya R.T. Mlayadipuro, pasar ini dulunya adalah pusat perdagangan komoditas kapas yang merupakan bahan utama kain tenun. Komoditas ini dihasilkan dari wilayah sekitar kota Solo, yakni dari desa Pedan, Juwiring, dan Gawok.

Kampung Batik Laweyan adalah saksi bisu putaran zaman dan perubahan pemerintahan ke pemerintahan di tanah Jawa dan kota Solo. Kawasan ini tercatat sudah eksis sejak pemerintahan Kerajaan Pajang hingga berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menarik juga ya, TemanBaik. Adakah diantara kamu yang sudah mengunjungi kawasan batik ini?

Foto: dok. pariwisatasolo.surakarta.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler