SLB di Bandung Ini Punya Tradisi Keren Setiap Jumat

Bandung - Ada tradisi unik dan keren yang dilakukan SLBN Cicendo Kota Bandung setiap hari jumat. Mengusung tema Jumat Berkah, ada dua tradisi yang dilakukan di hari tersebut. Apa saja ya?


Makan Bersama

Tradisi pertama adalah makan bersama. Tradisi ini sudah berlangsung sekitar setahun lalu. Awalnya, setiap sehabis salat jumat, para siswa, guru, dan pengurus sekolah akan diberikan makanan ringan. Hal itu kemudian berubah dengan menyediakan makanan berat berupa nasi dan lauk pauk.

Sebelum salat jumat, para guru perempuan biasanya akan memasak. Kebetulan, di SLB ini ada dapur yang bisa dipakai untuk memasak. Setelah salat jumat selesai, hidangan biasanya sudah siap untuk disantap. Semuanya disimpan di meja salah satu ruangan sekolah.

Satu per satu, para siswa, guru, dan pengurus sekolah akan datang ke ruangan tersebut. Mereka kemudian menambil makanan yang tersedia. Setelah itu, mereka akan menyantapnya bersama di satu ruangan. Tapi, sesekali juga ada yang membawanya keluar dari ruangan.

"Awalnya kegiatan ini hanya spontan inisiatif guru. Tapi, lama-lama jadi kebiasaan di sini setiap hari jumat," kata Wakasek Sarana dan Prasarana Euis Kurniasari.

Meski mayoritas yang makan di sana adalah para laki-laki musli sehabis jumatan, tapi semua yang ada di sekolah boleh kok ikut makan. Bahkan, banyak juga kaum perempuan yang ikut makan, terutama guru dan siswi.

"Kalau untuk menunya tergantung kita aja dan tergantung keuangan. Anggarannya dari kita-kita para guru, tapi sebagian juga ada dari orang tua siswa yang nyumbang, ada juga dari komite sekolah," jelas Euis.

Bukan hanya untuk mengisi perut. Kegiatan makan bersama ini bertujuan untuk mengakrabkan diri antara semua elemen yang ada di sekolah. Sehingga, semua yang ada di SLB ini bisa menjalin kekeluargaan yang lebih erat.


Ngencleng Setiap Jumat

Tradisi keren berikutnya adalah ngencleng setiap hari jumat. Biasanya ada kencleng (kotak amal) khusus yang akan dikelilingkan ke setiap kelas dan ruangan yang ada di SLBN Cicendo. Kencleng itu akan diisi dengan uang seikhlasnya oleh setiap orang.

Tujuan dari ngencleng ini keren loh TemanBaik. Uang hasil ngencleng akan dikumpulkan dan menjadi semacam kas. Saat diperlukan, uang itu siap dikeluarkan kapan saja.

"Ngencleng di hari jumat ini baru jalan sekitar sebulan. Rencananya kalau ada musibah gempa, banjir, atau apapun kita akan pakai untuk disumbangkan ke sana. Ini juga bisa dipakai untuk membantu jika ada peserta didik yang kena musibah," jelas Wakasek Kesiswaan Ratna Kurniati.

Beberapa hari lalu, uang hasil kencleng dipakai untuk memberi bantuan bagi salah seorang siswa yang dirawat di rumah sakit. Sehingga, setidaknya bantuan itu bisa lebih meringankan beban keluarga.

Ide awal dari kegiatan ngencleng itu berawal dari sumbangan setiap ada musibah yang dialami siswa maupun guru. Biasanya, sumbangan dikumpulkan secara spontan. Agar lebih memudahkan, dimulailah inisiatif agar sumbangan dikumpulkan secara rutin setiap jumat.

"Dengan begini, kalau ada musibah, kita enggak tiba-tiba kelilingin kencleng, tapi sudah ada uangnya dan tinggal kita salurkan. Tujuan besarnya, kita ingin menumbuhkan semangat berbagi di antara kita semua," tutur Ratna.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler