Bukan Laminating, Enkapsulasi Jadi Cara Tepat Lindungi Arsip

Bandung - TemanBaik, apa yang kamu lakukan untuk menjaga agar arsip atau surat berharga bisa terlindungi dan awet? Mungkin sebagian di antara kamu ada yang memilih untuk melakukan laminating. Tapi, langkah ini ternyata bukan cara tepat loh untuk melindungi arsipmu dari kerusakan.

Apa yang tepat dan tentunya aman? Jawabannya adalah enkapsulasi. Mungkin kamu mengernyitkan dahi karena baru tahu istilah ini. Jika belum tahu, simak penjelasannya sekaligus cara melakukan enkapsulasi yuk!

Enkapsulasi adalah teknik untuk melindungi arsip dengan bahan pelindung khusus agar terhindar dari kerusakan fisik. Caranya adalah setiap lembar dilapisi dua lembar plastik poyester dan direkatkan menggunakan double tape.

"Pemeliharaan arsip di masyarakat itu sering salah kaprah. Kalau yang sering dilakukan adalah melakukan laminating. Padahal, ternyata secara ilmu kearsipan, laminating itu akan merusak arsip," kata Kepala Seksi Kearsipan dan Publikasi Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung Dini Diantini di Balai Kota Bandung, Selasa (10/3/2020).


                                                                          Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Laminating sendiri prinsipnya adalah menggunakan dua lembar plastik di bagian atas dan bawah arsip. Plastik itu kemudian akan dipanaskan sehingga satu sama lain saling melekat.

Memang, sepintas cara ini dinilai aman sehingga banyak dilakukan orang. Tapi, yang jarang disadari, plastik laminating justru pada akhirnya bisa menempel pada arsip.

Hasil laminating sendiri tak selamanya dalam kondisi baik. Dalam kondisi tertentu, plastik laminating akan keriting hingga rusak. Jika itu terjadi, plastik laminating biasanya akan dibuka. Jika kondisinya buruk, ujungnya arsip akan rusak.

Cara Melakukan Enkapsulasi
Kamu mungkin berpikir sulit untuk melakukan enkapsulasi terhadap arsip atau surat berharga. Tapi, caranya ternyata mudah kok. Apa saja yang harus dilakukan?

1. Siapkan Arsip dan Peralatan
Langkah pertama tentu kamu harus menyiapkan arsip yang akan dienkapsulasi. Selanjutnya, siapkan peralatan seperti dua plastik polyester yang ukurannya lebih besar sekitar 2,5 sentimeter dari arsip, gunting, pisau cutter, penggaris, double tape, dan alat pemberat.

Yang mungkin jadi pertanyaan kamu, di mana plastik polyester bisa didapat? Mudah kok, biasanya dijual di toko buku, toko peralatan alat tulis, hingga tempat fotokopi. Pertanyaan berikutnya adalah alat pemberat. Kamu bisa mengunakan setrika, buku tebal, atau benda lain dengan bagian bawah yang rata.

2. Posisikan Arsip
Setelah semua peralatan tersedia, kamu bisa menggunakan kaca, meja, atau media lain yang memiliki permukaan rata untuk proses enkapsulasi. Tempatkan satu plastik polyester di atasnya, simpan arsip, kemudian simpan satu plastik lagi di atasnya.

Simpan pemberat di bagian atas arsip yang sudah terlapisi plastik polyester. Selanjutnya, pasang double tap di bagian pinggir arsip dengan jarak sekitar 3 milimeter dari arsip. Jangan lupa, beri celah kecil di bagian sudutnya ya.

3. Buka Double Tape dan Rekatkan Arsip
Setelah posisinya dirasa pas, buka lapisan kertas double, tape tapi pemberat jangan diangkat dari tempatnya. Kemudian rekatkan kedua bagian plastyk polyester yang sudah 'membungkus' arsip.

Setelah kedua bagian plastik melekat, angkat pemberat. Ratakan bagian yang terpasang double tape dengan roll, wiper, atau benda lain dengan menekannya secara diagonal. Tujuannya agar kedua plastik merekat sempurna, rata, dan tak ada udara di dalamnya.

4. Rapikan Plastik
Setelah pekerjaan di atas selesai, rapikan plastik dengan memotongnya sekitar 1-3 milimeter dari pinggir double tape. Kamu bisa menggunakan gunting. Tapi, jika ingin rata, sebaiknya kamu gunakan pisau cutter dan penggaris.

Berikutnya, rapikan juga bagian ujung-ujung plastik dengan gunting. Bentuknya disarakankan membulat agar ujung-ujung plastik tidak tajam. Yup! Enkapsulasi pun selesai.

Foto: Ilustrasi Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler