Tak Terpengaruh Corona, Petugas Pemadam Tetap Siap Bertaruh Nyawa

Banawa - TemanBaik, virus corona alias COVID-19 sudah menjadi pandemi global dan memicu kekhawatiran berbagai pihak. Kini, banyak orang mulai membatasi aktivitas dan datang ke tempat keramaian sesuai anjuran dari pemerintah.

Tapi, anjuran ini enggak berlaku loh bagi petugas pemadam kebakaran. Mereka dipastikan tetap berjuang bertaruh nyawa untuk menanggulangi kebakaran. Bahkan, di Kota Bandung petugas pemadam juga harus siap dalam penanggulangan bencana hingga evakuasi hewan dan manusia.

Kondisi di masyarakat yang dilanda kekhawatiran dengan virus corona pun sama dialami para petugas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung. Wajar, para petugas yang selama ini tak kenal takut dan tak kenal kata menyerah itu juga manusia biasa. Pasti punya rasa cemas dan takut terhadap virus corona seperti orang lain pada umumnya.

Tapi, jangan pernah berpikir kondisi ini membuat semangat mereka sebagai penyelamat akan luntur. Padahal, potensi mereka akan terjangkit virus corona cukup besar. Sebab, mereka pasti akan datang ke tempat yang terdapat banyak orang di lokasi kebakaran maupun bencana lainnya.

"Kekhawatiran ada, karena kita juga takut terkena kan. Tapi, teman-teman damkar karena ini sudah kewajiban, kita selaku pelayan masyarakat, abdi masyarakat, pada sat terjadi kebakaran atau bencana lain, kita akan bertugas seperti biasa," kata Kabid Kesiapsiagaan, Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Diskar PB Kota Bandung Yusuf Hidayat di Balai Kota Bandung, Selasa (17/3/2020).


Meski begitu, langkah proteksi dan antisipasi tetap dilakukan. Tujuannya demi meminimalisir potensi terjangkit virus corona saat menanggulangi suatu bencana. "Petugas pola hidupnya harus lebih memperketat diri, bagaimana kesadarannya, kebersihannya harus lebih care," ucapnya.

Selain itu, petugas juga melakukan aksi bersih-bersih lebih teliti sepulang menanggulangi bencana. Hal ini sudah dilakukan sejak Senin (16/3/2020).

"Seperti kemarin terjadi kebakaran. Setelah melaksanakan pemadaman, kita langsung membersihkan diri di tempat bilas kita di kantor. Yang paling penting kita membersihkan diri memakai sabun antiseptik," jelas Yusuf.

Sosialisasi Beralih ke Medsos
Kantor Diskar PB sendiri selama ini cukup sering didatangi anak-anak sekolah, terutama siswa TK. Mereka biasanya datang untuk diberikan penyuluhan hingga pengetahuan dalam memadamkan api dan edukasi seputar kebencanaan.

Sasarannya biasanya tak hanya para siswa, tapi guru dan orang tua siswa yang ikut hadir diharapkan teredukasi. Sehingga, ada banyak orang yang akan teredukasi dalam satu kegiatan di tempat yang sama.

Selain itu, para siswa tersebut juga akan diajak jalan-jalan berkeliling ke beberapa tempat di Kota Bandung dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran. Sehingga, kegiatan edukasi diharapkan berjalan menyenangkan dan berkesan di benak siswa.

Petugas Diskar PB juga kerap melakukan sosialisasi ke berbagai lokasi di Bandung, mulai dari pemukiman, hotel, mal, serta tempat lain. Untuk sementara, seluruh kegiatan seperti itu dihentikan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut kapan bisa kembali digelar.

"Kegiatan ini untuk sementara kita tiadakan sesuai dengan imbauan dalam surat edaran Wali Kota," ucap Yusuf.

Tapi, Diskar PB enggak akan berhenti mengedukasi masyarakat untuk penanggulangan kebakaran dan bencana. Caranya, sosialisasi akan lebih memaksimalkan peran media sosial yang dimiliki. Harapannya, dengan terus diedukasi, masyarakat akan paham apa yang harus dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi bencana.

"Masyarakat harus terus disosialisasikan agar betul-betul memahami bahwa mencegah itu lebih baik daripada menanggulangi. Kita akan terus mengingatkan melalui media sosial," tutur Yusuf.

Peringatan HUT Ditunda
Diskar PB sendiri terpaksa harus menunda pelaksanaan HUT ke-101 Pemadam Kebakaran tingkat Kota Bandung. Harusnya, kegiatan ini digelar pada 19 Maret 2020. Tapi, peringatan HUT dipastikan ditunda demi keselamatan dan keamanan bersama dalam menyikapi virus corona.

"Harusnya digelar kamis ini, tapi karena situasi dan kondisi yang ada, ditangguhkan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut," kata Yusuf.

Padahal, berbagai persiapan sudah dilakukan Diskar PB untuk peringatan HUT yang akan dilakukan di Balai Kota Bandung. Salah satunya adalah akan ada beragam atraksi untuk memperlihatkan berbagai kemampuan dan ketangguhan para petugas pemadam dari Kota Bandung.

Kemungkinan akan ada cara lain yang dilakukan untuk peringatan HUT tersebut. Tapi, sejauh ini belum ada keputusan final soal apa yang akan dilakukan tepat pada 19 Maret 2020.

"Ini lagi dirumuskan dengan panitia bagaimana cara yang tepat (untuk memperingatinya tanpa melibatkan massa). Kalau upacara jelas enggak ada," pungkas Yusuf.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler