Kenali Akar Bajakah, Tanaman Berkhasiat dari Kaltim

Tenggarong - TemanBaik, masalah kesehatan pasti akan mengintai kita bila tak membiasakan hidup sehat. Salah satunya adalah kanker payudara. Berbagai pengobatan medis dan alternatif mulai dicari guna mengobati penyakit mematikan ini.

Namun kabar baiknya, di Kalimantan Timur, ada satu nama tumbuhan yang terbukti berkhasiat menjadi penangkal untuk penyakit ini. Ya! Namanya adalah tanaman bajakah. Namun, bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah akarnya.

Bajakah itu sendiri adalah tumbuhan yang jika dipotong, akarnya mengucurkan cairan seperti air. Akar tanaman bajakah sendiri sudah digunakan masyarakat etnis Dayak setempat sejak turun-temurun. Salah seorang dari mereka yang mengidap kanker payudara stadium empat telah mengungkapkan testimoninya setelah merasakan khasiat dari akar bajakah. Kanker payudaranya sembuh.

Sementara itu Kepala Laboratorium Bio Kimia dan Molekuler dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM), Eko Suhartono menyebutkan, kandungan dalam kayu bajakah yang dapat melawan sel kanker.

"Hasil penelitian di lab, yang jelas bajakah ini memiliki senyawa-senyawa yang bisa berperan sebagai antioksidan yang sekaligus bisa berperan sebagai anti kanker," ujarnya seperti dilansir dari laman Indonesia.go.id.

Baca Ini Juga Yuk: Semangat Bandung Lautan Api untuk Melawan Corona

Ia bahkan tak menyangka, saat ditawari meneliti kayu bajakah, ternyata ia mendapati ada banyak kandungan senyawa antioksidan pada kayu bajakah yang bisa berfungsi melawan sel kanker.

Di sisi lain, nama bajakah mendadak menjadi perhatian setelah tiga siswa SMA 2 Negeri Palangkaraya, Kalimantan Tengah menjadi juara dunia setelah menyabet medali emas dalam olimpiade ilmiah di Seoul, Korea Selatan. Ketiga siswa ini mempresentasikan hasil penelitian mereka terhadap khasiat akar pohon bajakah. Menurut ketiga siswa sang juara, dari hasil uji lab, akar pohon bajakah mampu mengobati penyakit mematikan seperti kanker dan tumor.

Saat ini, warga Kalimantan Timur sudah memanfaatkan peluang emas untuk memajukan ekonomi mereka dengan membuka bisnis dari akar bajakah. Akar kayu bajakah ini dijual di pasar-pasar di Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Tak hanya menjualnya secara langsung, akar bajakah juga dijual secara online. Di salah satu pasar tradisional Petung, Kecamatan Penajam, seorang pedagang menjual akar bajakah setiap hari pasar, yakni Rabu dan Sabtu.

Di pasar tradional di Balikpapan, para penjual akar bajakah mematok harga yang bervariatif. Ada yang menjual dengan harga Rp150 ribu per kilogram untuk akar bajakah yang sudah dikupas dan dikeringkan. Ada yang menjualnya dengan harga Rp100 ribu untuk 15 potong akar bajakah kering dengan panjang 30 centimeter yang sudah dikemas dalam bungkus plastik. Namun ada juga yang memasok harga Rp50 ribu per setengah kilogram akar bajakah. Para pedagang sudah mempunyai pelanggan yang tersebar di berbagai kota dari Papua, Jawa, NTT, NTB, Bali, dan Sumatera.

Pemanfaatan peluang bisnis ini merujuk pada penetapan Provinsi Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara (IKN) Republik Indonesia oleh Presiden Joko Widodo. Dengan penetapan ini, wilayah Kalimantan Timur tentu harus mempersiapkan diri dari sekarang terhadap kemungkinan masyarakat penghuni IKN yang akan memberi dampak terhadap budi daya pohon bajakah. Boleh jadi nantinya para pemburu pohon bajakah akan menimbulkan kerusakan pada hutan, atau menciptakan tata niaga yang terintervensi oleh investor asing dan lain sebagainya untuk yang buruk maupun yang baik-baik.

Akan Dilestarikan
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan berupaya melestarikan eksistensi tumbuhan bajakah yang bisa mengobati penyakit mematikan seperti kanker dan tumor. Kepala Dinas Lingkungkan Hidup Penanjam Paser Utara Wahyudi Nuryadi mengatakan, pihaknya sudah mulai melakukan pengamatan di lapangan dan inventarisasi. Ia mengaku pelestarian itu dilakukan setelah mendengar banyak desas-desus pemanfaatan bajakah oleh masyarakat, yang membuka pasar mereka sendiri.

"Upaya kami saat ini menginventarisasi informasi-informasi letak tumbuhan bajakah yang cukup banyak diperbincangkan, utamanya di lahan atau hutan negara. Jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab," katanya.

Inventarisasi juga dilakukan, sebagai upaya pelestarian hayati tumbuhan bajakah. Menurut informasi kasar, bajakah banyak tumbuh di daerah hutan dan lahan negara. Lebih jauh lagi, Wahyudi juga memastikan ke depannya pasti ada upaya pelestarian tumbuhan yang bermanfaaat untuk masyarakat banyak tersebut. Ia berharap upaya ini bisa berjalan seiring rencana pemerintah kabupaten untuk meningkatkan dan memanfaatkan penanaman bajakah di hutan kota.

Hutan kota yang dimaksud itu nantinya terletak di belakang kantor Bupati, di Desa Sesulu, Kecamatan Waru, Kabupaten Penanjam Paser Utara (PPU).

TemanBaik, adakah diantara kamu yang pernah melihat bentuk akar bajakah, atau mungkin mencicipi tumbuhan ini dalam bentuk hidangan?

Foto: dok. indonesia.go.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler