Kotoran Gajah Bisa Disulap Jadi Kertas‎, Simak Yuk!

Bogor - TemanBaik, pernah membayangkan enggak jika ternyata kotoran gajah bisa disulap jadi kertas daur ulang? Ya, beneran bisa kok. Simak ulasannya yuk!

Pembuatan kertas daur ulang dari kotoran gajah ini sudah dilakukan di Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor sejak 2012 lalu. Kertas daur ulang ini ada yang dibuat menjadi buku, amplop, kartu ucapan, notes, dan lain-lain. Produk ini kemudian diberi nama Safari Poo Paper.

Dilansir di lamn resmi TSI, proses pembuatan kertas daur ulang ini dimulai dari mengumpulkan kotoran gajah. Kotoran itu lalu dicuci dan direbus. Dari proses itu akan didapat serat-serat tanaman hasil sisa makanan yang dicerna gajah.

Serat-serat itu kemudian dijemur hingga sering. Selanjutnya, setelah kering, serat-serat itu akan dicampur dengan kertas-kertas bekas yang tak terpakai. Komposisinya adalah 60 persen kertas bekas dan 40 persen serat kotoran gajah.

Adonan bubur kertas kemudian dibentuk hingga menjadi lembaran berukuran 40x50 sentimeter. Lembaran itu lalu dijemur seharian hingga kering. Selanjutnya, lembaran yang sudah kering itu tinggal dibentuk menjadi aneka produk dan hasilnya dijual sebagai oleh-oleh di TSI Bogor.



Kenapa Dipilih Kotoran Gajah?
TemanBaik ada yang bertanya-tanya, kenapa sih kotoran gajah yang dipakai untuk jadi kertas daur ulang? Jawabannya karena proses pencernaan gajah mendukung agar kotorannya bisa didaur ulang.

"Karena proses pencernaan gajah tidak sempurna, sehingga kotorannya bisa digunakan untuk kertas daur ulang ini," kata Kepala Bagian Pertamanan dan Kebersihan TSI Bogor Mukdor Khasani.

Apa sih yang dimaksud pencernaan tidak sempurna pada gajah? Coba deh kamu perhatikan jika melihat gajah. Gajah biasanya hanya mengunyah sebentar saat ada makanan masuk ke mulutnya, setelah itu langsung ditelan alias masuk ke lambung.


Di lambung, proses pencernaannya juga tak berlangsung lama. Biasanya, tak lama kemudian makanan yang masuk keluar lagi menjadi kotoran. Hal inilah yang disebut dengan pencernaan tidak sempurna.

Namun, secara umum, sebenarnya semua kotoran hewan herbivora alias pemakam tumbuhan bisa kok dijadikan bahan untuk pembuatan kertas daur ulang. Hanya saja memang ada pertimbangan khusus kenapa kotoran gajah yang dipilih.

Selain karena serat dari kotorannya yang bagus untuk kertas daur ulang, kotoran gajah di TSI Bogor tergolong melimpah dan tersedia setiap hari. Sebagai gambaran, satu ekor gajah bisa menghasilkan kotoran hingga 20 kilogram sehari.

Sedangkan di TSI Bogor total ada 51 ekor gajah. Itu artinya, setiap hari ada sekitar 1.000 kilogram kotoran gajah. Jumlah ini jelas tergolong banyak sehingga ideal untuk didaur ulang menjadi kertas.

Untuk kualitas kertasnya sendiri tentu tak diragukan. Kertas ini juga tak berbau kotoran karena sudah diolah sedemikian rupa. Namun, kotoran terbaik yang paling bagus untuk diolah adalah yang baru saja keluar.

Meski begitu, kotoran gajah yang sudah didiamkan beberapa hari juga tetap bisa diolah. Yang berbeda hanya pada warna kertas hasil daur ulang. "Berpengaruh ke warna saja, jadi kertasnya agak kelap," ucap Mukdor.

Jika TemanBaik tertarik ingin melihat atau bahkan membeli produk kertas daur ulang dari kotoran gajah, kamu bisa datang langsung ke TSI Bogor. Namun, karena masih ditutup akibat pandemi COVID-19, sabar dulu ya. Tunggu sampai TSI Bogor kembali dibuka untuk umum.

Sementara selain di TSI Bogor, pembuatan kertas daur ulang dari kotoran gajah juga ada di tempat lain loh, TemanBaik. Lokasinya ada di Bali Safari & MarinePark (BSMP).

Foto: dok. Taman Safari Bogor
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler