Begini Pentingnya 'Pantang Bosan' di Tengah Pandemi

Jakarta - TemanBaik, di tengah pandemi virus korona atau COVID-19 yang belum kunjung usai, kita diajak untuk menerapkan protokol kesehatan sebagai kebiasaan baru. Yuk, jangan bosan menerapkan kebiasaan baru ini!

Kebiasaan baru yang dimaksud adalah beragam langkah pencegahan penularan COVID-19. Mulai dari memakai masker jika keluar rumah, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, serta beragam langkah lainnya. Kamu sudah melakukannya kan?

Kenapa sih kebiasaan baru ini perlu dilakukan? Pertama, karena pandemi belum berakhir dan tak diketahui akan sampai kapan. Kedua, kamu tentu tak ingin tertular kan? Ketiga, kamu pastinya ingin pandemi segera berakhir agar kehidupan bisa kembali normal.

Mau tahu jumlah kasus COVID-19? Berdasarkan data terakhir, kasus terkonfirmsai positif di Indonesia mencapai 31.186 jiwa dengan 1.851 di antaranya meninggal dunia. Jumlah angka kesembuhan mencapai 10.498 jiwa. Namun, jumlah ODP masih banyak yaitu 40.370 jiwa dan 14.197 PDP.


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun tak lelah mengimbau agar kebiasaan baru konsisten dijalankan. Salah satu yang kini ditekankan adalah agar kebiasaan baru dijalankan di keluarga. Sesama angota keluarga diharapkan saling mengingatkan soal kebiasan baru ini.

"Apabila di setiap keluarga tertanam kebiasaan-kebiasaan baru untuk semua anggota keluarganya, kebiasaan untuk memakai masker, kebiasaan untuk menjaga jarak, kebiasaan mencuci tangan ini sudah tertanam dengan baik, maka kita akan meyakini bahwa pengendalian sebaran COVID-19 akan efektif kita lakukan," kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resminya.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran dalam menjalankan kebiasaan baru tersebut. Sebab, setiap orang pasti menginginkan kesehatan dan terhindar dari COVID-19. Kenapa pemerintah terus mengingatkan agar kebiasaan baru ini terus dijalankan? Tujuannya agar warga konsisten. Pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa daerah pun diharapkan tak membuat warga lengah.

Sehingga, meski PSBB sudah dilonggarkan, warga diharapkan tetap menjalankan protokol kesehatan. Intinya, kamu diajak untuk 'pantang bosan' alias tak meninggalkan kebiasaan baru yang sudah dilakukan selama ini.

"Ini yang kemudian berkali-kali kita sebut sebagai peran serta saudara-saudara sekalian yang nyata di dalam pengendalian COVID-19. Inilah upaya kita untuk menghentikan penyebaran COVID-19 yang sampai saat ini masih terus terjadi," jelas Yuri, sapaan akrabnya.

Foto: Achmad Yurianto/dok. BNPB
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler