Surat Nikah Sukarno & Inggit Garnasih yang Masih Terjaga

Bandung - TemanBaik, tahu enggak jika Presiden pertama Indonesia Ir Sukarno alias Bung Karno pernah memiliki pendamping hidup bernama Inggit Garnasih? Perempuan ini dinikahi Bung Karno di Bandung pada 24 Maret 1923.

Bersama Inggit, Bung Karno perlahan menjadi pribadi yang matang sebagai pejuang. Apalagi, Inggit juga jadi penopang dari perjuangan Bung Karno. Ia bisa jadi istri, teman, sekaligus rekan seperjuangan.

Hal yang menarik, tak banyak yang pernah melihat surat nikah Sukarno dan Inggit. Surat nikah ini disimpan rapat oleh Tito Asmarahadi, cucu angkat Inggit. Ia mendapatkannya langsung dari Inggit pada 1982 dan menyimpannya hingga kini.

Surat nikah ini merupakan salah satu artefak otentik yang jadi bukti pernikahan keduanya. Berbentuk selembar kertas, surat nikah ini terlihat jelas merupakan kertas lama dengan warna yang agak kusam.

Pada bagian kanan atas, tertulis 'Soerat Keterangan Kawin' sedangkan di kiri atas tertulis 'Kaola Neda Panaksen'. Di bagian tengahnya terdapat tulisan seputar pernikahan Bung Karno dan Inggit. Sedangkan di bagian kanan bawah terdapat materai dan tanda tangan yang menikahkan mereka. Seluruh tulisan dalam surat nikah itu berbahasa Sunda dengan ejaan lama.

Surat nikah ini dilaminating kemudian ditempatkan pada bingkat kaca dengan pinggiran kayu. Ini menambah kesan klasik tersendiri pada benda bersejarah tersebut.

"Saya dapat ini dari Bu Inggit tahun 1982," kata Tito kepada BeritaBaik.id.



Baca Ini Juga Yuk: Pameran di Rumah, Merawat Cinta untuk Bung Karno

Ditawar hingga Rp2 Miliar
Menurut Tito, surat diberikan Inggit saat ada pihak yang memintanya untuk jadi koleksi. Di tangan Tito, surat itu kemudian disimpan rapat di tempat khusus.

Bahkan, pada tahun 1982 itu, surat nikah tersebut sampai ada menawar Rp400 juta hingga Rp2 miliar. Terbayang enggak sebanyak apa uang Rp2 miliar di tahun tersebut? Rp400 juta tentu nilainya sudah berkali-kali lipat jika dibandingkan dengan nilai sekarang.

Namun, tak ada sama sekali pikiran yang terlintas untuk menjualnya. Ia memilih menutup mata dari tawaran uang Rp2 miliar itu. Ia tak mau tergiur dengan uang dan merelakan benda bersejarah itu.

Tito berusaha menyimpan surat nikah itu seaman mungkin. Sebab, ia tak mau surat itu sampai hilang atau rusak. Jika hilang, tentu tak ada lagi salinan asli dari surat nikah tersebut.



Dipamerkan untuk Pertama Kali
Saking ketatnya menjaga surat nikah tersebut, Tito tak pernah mengeluarkannya untuk dipamerkan. Namun, jika ada yang ingin melihatnya, sesekali ia akan memperlihatkannya. Meski begitu, tak sembarang orang bisa melihatnya secara langsung. Hanya orang 'beruntung' yang bisa mendapatkan kesempatan itu.

Untuk pertama kali, surat nikah Bung Karno dan Inggit dipamerkan di tempat umum dalam pameran Peringatan Bulan Bung Karno: 'Gerakan Hidup Baru'. Surat nikah ini dihadirkan pada hari terakhir pameran di kawasan Karees, Kota Bandung, tepatnya 18 Juni 2020.

"Surat ini enggak pernah keluar, enggak pernah dipamerkan yang aslinya. Baru sekarang dipamerkan seperti ini surat yang aslinya," jelas Tito.

Namun, bukan hal mudah bagi Tito untuk membawa surat nikah itu keluar dan memamerkannya. Sebab, ada risiko besar yang harus dihadapi, mulai dari rusak hingga hilang. Setelah diyakinkan panitia pameran, Tito akhirnya luluh meski sempat menolak memamerkannya.

Setelah pameran selesai, surat nikah itu pun kembali ke tempat penyimpanannya. Meski hanya sehari dikeluarkan ke tempat umum, ia berharap hal itu dimaknai positif. Paling utama, surat itu jadi bukti sahih bahwa Bung Karno dan Inggit pernah menikah. Pernikahan keduanya bertahan hingga 1942. Mereka kemudian bercerai.

Perceraian itu terjadi karena Inggit tak mau dimadu oleh Bung Karno. Sang Proklamator kemudian menikahi Fatmawati yang kemudian menjadi Ibu Negara pertama Indonesia. Sedangkan Inggit tak menikah lagi setelah perceraian itu. Inggit meninggal pada 13 April 1984.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler