Begini Bedanya Proses UTBK di Tengah Pandemi

Bandung - TemanBaik, ujian tulis berbasis komputer (UTBK) sebagai bagian dari proses seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) berlangsung pada 5-14 Juli 2020 ini. Namun, karena berada di tengah pandemi COVID-19, tentu ada hal berbeda dibanding SBMPTN tahun-tahun sebelumnya.

Secara nasional, UTBK ini diikuti 706.901 peserta dengan peserta kartu indonesia pintar (KIP) Kuliah sebanyak 145.802 orang. Adapun jumlah kapasitas yang disiapkan di 74 pusat UTBK sebanyak 1.435.130 peserta.

Khusus di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang jadi salah satu pusat UTBK 2020, sebanyak 16.648 peserta mengikuti pelaksanaan UTBK dengan rincian 14.419 peserta umum dan 2.229 peserta kartu Indonesia pintar (KIP). Pelaksanaan UTBK disebar di enam lokasi, masing-masing Kampus ITB Ganesha, SMAN 1 Bandung, SMAN 2 Bandung, SMAN 3 Bandung, SMAN 4 Bandung, dan SMAN 5 Bandung.

Pelaksanaan UTBK ini akan dilaksanakan 12 hari, yaitu pada 5-14 Juli dan 20-21 Juli. Pelaksanaannya dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 09.00 WIB dan sesi kedua pukul 14.00 WIB.

Pelaksanaan UTBK 2020 sendiri hanya ada satu materi yang diujikan, yaitu tes potensi skolastik (TPS). TPS ini merupakan tes yang bertujuan untuk menguji kemampuan dasar peserta dalam bidang logika serta analisis. Sedangkan kemampuan lain yang dilihat adalah penalaran umum, pemahaman baca dan tulis, pengetahun dan pemahaman umum, serta pengetahuan kuantitatif.

Baca Ini Juga Yuk: Dua Kampus di Malang Bakal Gelar Ospek secara Daring

Beda di Tengah Pandemi
Ini jadi bagian yang membedakan pelaksanaan UTBK 2020 dan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, UTBK digelar di tengah pandemi COVID-19. Penerapan protokol kesehatan dilakukan di semua pusat pelaksanaan UTBK, termasuk yang dilakukan ITB.

"Terdapat lima protokol kesehatan yang wajib diikuti peserta UTBK 2020 pusat ITB, di antaranya peserta wajib menggunakan masker medis, membawa hand sanitizer, melakukan physical distancing di lingkungan ujian, telah melakukan isolasi mandiri, dan melakukan pengecekan suhu," kata Ketua Pelaksana Pusat UTBK ITB Prof. Dr. Ir. Jaka Sembiring, M.Eng., dalam keterangan resminya, Minggu (5/7/2020).

ITB juga menyiapkan tim kesehatan yang akan melaksanakan mitigasi tedap kasus dugaan COVID-19. Panitia menempatkan satu dokter dan dua perawat di lokasi ujian. Mereka menggunakan alat pelindung diri (APD) level 1 dan 2. Ambulans juga disiapkan di setiap lokasi.

Selain itu, panitia juga menyiapkan tempat cuci tangan dengan sabun atau disinfektan di setiap lokasi ujian, menyiapkan area khusus untuk pemeriksaan kesehatan jika suhu tubuh peserta lebih dari 37,5 derajat selsius.

"Bagi peserta yang suhunya lebih dari 37,5 akan diperiksa oleh dokter jaga. Dokter akan memutuskan apakah peserta diizinkan mengikuti ujian atau tidak," ucap Jaka.

Sementara selama pelaksanaan UTBK, sarana dan prasarana yang ada juga disesuaikan standar yang ditetapkan Gugus Tugas COVID-19 Jawa Barat. Salahs atunya, semua sarana dan prasarana di ruang ujian dibersihkan menggunakan cairan disinfektan pada setiap pergantian sesi.

Panitia juga melibatkan Tim Marshal untuk mengatur dan membantu peserta UTBK 2020 pusat ITB agar mengikuti seluruh protokol kesehatan dan pergerakan selama ujian, termasuk memastikan social distancing antar peserta. Sehingga, hal ini diharapkan juga membuat peserta ujian merasa tenang, aman, dan nyaman.

Selamat mengikuti UTBK ya bagi TemanBaik yang melaksanakannya. Semoga impian masuk ke perguruan tinggi idalamanmu bisa terwujud. Tetap jaga kesehatan dan jalankan protokol kesehatan juga ya!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Kiyun Lee

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler