Begini Pelaksanaan UTBK di Malang dengan Protokol Kesehatan

Malang - TemanBaik ada yang berbeda dengan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) kali ini. Tahun ini UTBK dilaksanakan dengan menerapkan standar protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

UTBK yang merupakan rangkaian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2020 diselenggarakan secara serempak mulai tangal 5 hingga 14 Juli 2020 dan 20 hingga 29 Juli 2020.

Panitia Pusat Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah menetapkan 74 lokasi di berbagai daerah sebagai tempat pelaksanaan ujian. Untuk wilayah Malang, lokasi ujian berada di Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM).

Jumlah pendaftar UTBK yang melaksanakan ujian di UB adalah 19.859 orang. Ruang lab komputer untuk ujian disiapkan sejumlah 56 lab dengan 1090 komputer yang terbagi ke dalam 17 Lokasi di dalam kampus UB.


Untuk mencegah penyebaran COVID-19, panitia UTBK UB telah membuat beberapa strategi agar peserta tetap aman selama menjalani proses ujian.

Saat pertama kali datang, peserta langsung diarahkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu di wastafel-wastafel yang telah disediakan di depan gedung.

Setelahnya, peserta UTBK kemudian memasuki gedung dan dicek suhu tubuhnya. Peserta yang suhu tubuhnya di atas 37,5 celcius tidak akan diperbolehkan memasuki ruang ujian dan akan dimobilisasi di ruang isolasi yang telah disediakan.



Baca Ini Juga Yuk: Begini Bedanya Proses UTBK di Tengah Pandemi

Nah, jika peserta bersuhu tubuh di bawah 37,5 celcius, ia akan diperbolehkan memasuki ruang ujian dengan lebih dulu memakai masker medis dan memakai sarung tangan plastik yang telah disediakan oleh panitia.

Kemudian, peserta diarahkan untuk memasuki ruangan transit dengan jarak duduk yang telah diatur sedemikian rupa. Di ruangan transit  tersebut, barang-barang pribadi peserta UTBK termasuk tas, ditata berjarak agar tidak saling bersentuhan.

Lalu, peserta akan menunggu dipanggil oleh panitia untuk menuju laboratorium komputer, tempat UTBK dilaksanakan. Jika menggunakan lift, peserta akan dimobilisasi maksimal enam orang. Namun jika tidak menggunakan lift, peserta UTBK bisa langsung memasuki laboratorium komputer dengan tetap menjaga jarak dan duduk sesuai dengan nomor urut.

Tidak hanya itu, panitia UTBK juga telah mengatur jarak aman antar peserta ujian. Jarak antar komputer diatur 1 meter, sehingga ruang laboratorium yang semestinya terisi 20 komputer hanya dipakai 10 komputer.

Untuk mengawasi jalannya ujian, UB sendiri menugaskan 900 orang pengawas secara bergantian. Selain itu, UB juga telah memastikan bahwa panitia dan pengawas aman dari COVID-19, dengan mengadakan rapid test bagi 1000 pengawas dan panitia pada 2-3 Juli 2020 lalu.

"Pemeriksaan rapid test bukan sekedar mencari siapa yang reaktif, tapi juga mencari pola bagaimana sistem pembelajaran yang baik di masa new normal dan ini negara sangat membutuhkan kami," ungkap Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan SDM Kesehatan, dr. Mariya Mubarika.

"Dari Kemenkes sangat mendukung ide-ide dan usaha-usaha UB untuk membantu mencari apa yang terbaik untuk proses pembelajaran," imbuhnya.


UTBK yang dimulai pada Minggu (5/7/2020) kemarin, dilaksanakan dengan dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan pukul 09.00 - 11.15, dan sesi kedua pukul 14.00 - 16.15 WIB.

Peserta ujian hadir di lokasi minimal 1 jam sebelum ujian dimulai. Masing-masing ruangan, komputer dan fasilitas yang akan dipakai ujian disterilkan dengan desinfektan untuk memastikan bahwa fasilitas yang akan dipakai peserta ujian aman dan steril.

Peserta juga wajib memastikan secara mandiri bahwa dirinya sehat secara jasmani, siap mengikuti ujian dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Setelah mengikuti ujian, para peserta harus segera meninggalkan UB dan kembali ke rumah atau kota masing-masing.

Selama UTBK, pintu masuk UB hanya dibuka satu pintu, yaitu pintu masuk jalan Veteran. Sedangkan pintu keluar melalui gerbang keluar UB jalan Panjaitan (Betek) dan jalan Veteran (samping kanan Bank BNI UB).

Untuk peserta yang diantar, disediakan tempat menurunkan penumpang di 5 titik drop zone yaitu depan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), depan Fakultas Hukum (FH), jalan Veteran (Vokasi), depan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan depan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM).

Ketua Pusat UTBK UB Prof.Dr. Aulanni'am, drh. DES berharap UTBK  di masa pandemi COVID-19 ini dapat berjalan dengan lancar.

"Kita harus mempersiapkan karena selama pandemi COVID-19 ini banyak hal yang terjadi, hal ini adalah kehendak Allah. Kita semua berdoa mohon ridho Allah untuk lancarnya pelaksanaan UTBK Universitas Brawijaya ini. Sehingga nantinya semua berjalan lancar sesuai protokol kesehatan percegahan COVID-19," kata perempuan yang akrab disapa Prof Aul tersebut.

Foto: Nunung Nasikhah/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler