Dua Hal Berbeda dalam Upacara HUT RI Tahun Ini

Bandung - TemanBaik, peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia kurang dari dua pekan lagi. Salah satu yang akan membuat publik penasasaran adalah bagaimana upacara HUT Kemerdekaan RI di tengah pandemi?

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sudah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Surat itu berisi panduan atau arahan bagaimana menggelar upacara HUT RI di tengah pandemi. Apa saja isinya?

Pembatasan peserta
Dalam upacara HUT RI tahun ini, tidak akan ada yang melibatkan massa atau orang dalam jumlah banyak. Tujuannya demi meminimalisir penyebaran dan penularan COVID-19 atau virus korona.

"Untuk upacara ini kita sudah ada pedoman dari surat edaran Mensesneg bahwa upacara itu ada pembatasan sehubungan dengan pandemi COVID-19 ini," kata Kepala Seksi Kemitraan dan Prestasi Dispora Kota Bandung Supriyadi.

Dalam upacara tingkat kota, hanya tamu undangan dan pejabat inti yang bakal hadir. Mereka yang hadir hanya dari unsur perangkat pimpinan kepala daerah, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, dan Polri. Unsur lainnya adalah paduan suara dan musik, pembaca teks proklamasi, pembaca doa, hingga pembawa acara.

Jika ditotalkan, upacara di tingkat kota/kabupaten hanya akan melibatkan sekitar 50 orang saja. Itu berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya yang peserta upacaranya ratusan orang.

"Peserta upacara dulu melibatkan pelajar, mahasiswa, OKP, juga melibatkan masyarakat dan juga pejabat atau ASN di OPD. Sekarang tidak ada. Jadi akan sangat minimalis sekali dibanding tahun-tahun sebelumnya," jelas Supriyadi.



Baca Ini Juga Yuk: Simulasi Uji Klinis Vaksin COVID-19, Relawan Capai 800 Orang

Sedangkan untuk upacara di wilayah kecamatan dan kelurahan, hal itu tergantung kebijakan masing-masing kepala daerah. Hal yang pasti, jika upacara digelar, jumlah peserta dibatasi dan wajib menerapkan standar protokol kesehatan.

Paskibraka Hanya Empat Orang
TemanBaik pernah menyaksikan aksi keren puluhan anggota Paskibraka saat prosesi pengibaran atau penurunan bendera? Pasti keren banget kan? Mereka biasanya terlihat begitu kompak karena sudah berlatih ekstra keras. Bahkan, aksi para Paskibraka biasanya jadi suguhan menarik tersendiri.

Namun, dalam upacara HUT RI tahun ini, hal seperti itu enggak akan terjadi. Sebab, anggota Paskibraka yang akan mengibarkan bendera total hanya empat orang saja. Itu pun hanya tiga orang yang bertugas karena satu orang lainnya dijadikan cadangan. Tujuannya untuk mengantisipasi anggota Paskibraka utama mendadak tak bisa bertugas.

Secara keseluruhan, jumlah anggota Paskibraka yang akan bertugas saat peringatan HUT RI hanya berjumlah delapan orang. Rinciannya, empat orang bertugas pagi (pengibaran bendera) dan empat orang sore (penurunan bendera).

Khusus untuk di Kota Bandung, mayoritas anggota Paskibraka yang sudah lolos seleksi tahun ini harus berbesar hati. Sebab, setelah melalui seleksi ketat, dari 100 orang, pada akhirnya hanya delapan orang saja yang terpilih bertugas.

"Kita sudah merekrut 100 orang, tapi berdasarkan surat edaran dari Mensesneg, yang bertugas itu tiga orang dan satu cadangan (dalam satu sesi upacara)," tutur Supriyadi.

Sementara secara umum, di tengah upacara yang akan berlangsung minimalis ini, diharapkan tidak mengurangi rasa khusyuk. Yang terpenting, esensi dari peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI tetap bisa dirasakan.

TemanBaik, yuk isi kemerdekaan ini dengan hal-hal baik! Selain itu, tetap jaga kesehatan ya agar terhindari dari COVID-19 dan berbagai penyakit lainnya.

Foto: dok. Humas Pemkot Bandung

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler