Pentingnya Orang Utan untuk Bantu Manusia Lestarikan Hutan

Jakarta - TemanBaik, apakah kamu bisa menebak nama dari satwa spesies kera berukuran besar yang berhabitat asli di hutan hujan tropis dan hutan rawa gambut? Umumnya mereka banyak ditemui di pulau Sumatra dan Kalimantan. Satwa apakah itu?

Ya, satwa tersebut adalah orang utan! Dilansir dari situs resmi World Wildlife Fund for Nature (WWF) Indonesia, ada tiga spesies orang utan di Indonesia, yaitu orang utan Sumatra (Pongo abelii), orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus), dan orang utan Tapanuli (Pongo tapanuliensis).

Bicara soal satwa ini memang tidak ada habisnya. Apalagi seiring berjalannya waktu populasi orang utan di Indonesia semakin berkurang dan masuk dalam status kritis yang menandakan adanya potensi kepunahan.

"Habitat orang utan berkurang karena hutan di Indonesia tempat mereka hidup juga berkurang. Sehingga baik orang utan maupun hutannya perlu dijaga," terang Andre Christian, ketua umum gerakan Hutan itu Indonesia saat berbincang dengan Beritabaik.id pada Selasa (18/9).

Padahal keberadaan orang utan sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup kita loh, TemanBaik. Mengapa begitu? Mungkin selama ini yang kita tahu hanya sebatas kejadian kurang mengenakkan seputar orang utan. Seperti mereka yang ditangkap dan dijual bebas, atau adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan orang utan kembali kehilangan tempat tinggal mereka.

Tapi, tahukah kamu kalau sebenarnya orang utan bisa dibilang sebagai 'tukang kebun' nya manusia? Istilah menarik ini dicetuskan oleh Andre dengan alasan karena orang utan memiliki kemampuan menebarkan benih atau biji dari makanan mereka ke tanah. Nantinya, biji atau benih yang ditebar itu akan tumbuh subur dengan sendirinya.

Baca Ini Juga Yuk: Belasan Penyelam Bali Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut

Dijelaskan Andre, keberadaan orang utan yang mampu menebarkan biji atau benih ini tentu sangat membantu manusia. Apalagi hutan hujan tropis yang secara ekosistem memiliki regenerasi tinggi, dan salah satu faktor tingginya regenerasi adalah keberadaan hewan penebar benih.

"Memang manusia mau dan sanggup menebar benih untuk seberapa banyak hektar hutan kita? Melihat kesibukan kita masing-masing sepertinya sulit," ujar Andre.

Nah, keberadaan orang utan inilah dapat membantu dan mempermudah manusia untuk regenerasi dan menyuburkan hutan. 

Saat ini, menurut Andre sebenarnya kepedulian beberapa sektor masyarakat termasuk pemerintah, salah satunya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), untuk orang utan sudah ada. Namun kepedulian dari masyarakat umum masih kurang. 

Kurangnya antusiasme masyarakat secara umum untuk melindungi orang utan diakui Andre adalah karena tidak merasakan langsung fungsi dari orang utan itu sendiri. Masyarakat umum seringkali mulai memperhatikan sesuatu saat sudah terjadi peristiwa yang tidak diinginkan seperti kebakaran hutan. 

Padahal manfaat adanya orang utan dan hutan sangat erat dengan kebutuhan kita loh, TemanBaik. Yaitu kebutuhan kita akan oksigen atau udara yang bersih. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa pohon membantu menghasilkan oksigen. Dengan adanya orang utan, maka akan membantu regenerasi ekosistem yang tinggi dan baik pada hutan termasuk pohon di dalamnya. Ekosistem hutan yang terjaga ini akan membantu kehidupan kita dengan memberi udara yang bersih dan segar. 

"Karena ketidakpahaman manfaat itulah banyak yang belum peduli. Bahkan ada yang beranggapan 'Kok orang utan diurusin manusianya enggak?'. Padahal dengan mengurus hutan dan orang utan, itu sama saja mengurus manusia," tegas Andre. 

Melalui kesadaran kita akan pentingnya keberadaan oksigen yang baik dan segar seharusnya dapat meningkatkan kepedulian kita untuk menjaga dan melestarikan keberadaan orang utan di Indonesia. 

Jadi jangan sampai sumber pendukung dari udara yang bersih untuk kehidupan kita itu hilang karena kita abaikan ya, TemanBaik!

Hari Orang Utan Sedunia
Bicara soal orang utan, tahukah kamu jika hari ini atau lebih tepatnya setiap tanggal 19 Agustus diperingati sebagai Hari Orang Utan Sedunia? 

Menurut Andre, peringatan Hari Orang Utan Sedunia ini penting agar masyarakat tahu dan selalu ingat akan keberadaan orang utan yang sama-sama perlu kita jaga. 

Seperti yang sudah disinggung di atas, bahwa keberadaan orang utan dan hutan yang terjaga merupakan hal penting untuk jaminan kita menghirup udara yang bersih dan segar. 

Melalui peringatan Hari Orang Utan Sedunia tahun ini, sudah sepatutnya kita melakukan hal baik untuk mereka nih, TemanBaik. Tidak, kamu tidak perlu langsung berangkat ke hutan untuk mengenal dan melihat mereka. Tapi cukup dimulai dari langkah TemanBaik untuk lebih banyak mencari tahu dan turut mengkampanyekan pelestarian orang utan di Indonesia.

"Untuk masyarakat perkotaan yang mungkin jauh dari hutan ataupun orang utan, semoga tetap bisa memperingatinya dengan meriah dan menyenangkan. Supaya pesannya lebih mudah sampai ke masyarakat," ujar Andre. 

Selamat Hari Orang Utan Sedunia! Semoga dengan kerja sama yang baik dari seluruh masyarakat, keberadaan orang utan di Indonesia bisa terus lestari.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Khamkhor

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler