Mulai Pekan Depan, RSKGM Bandung Berlakukan Daftar Daring

Bandung - TemanBaik, Rumah Sakit Kesehatan Gigi dan Mulut (RSKGM) Kota Bandung merupakan salah satu rumah sakit gigi dan mulut terlengkap di Kota Bandung. Sehingga, rumah sakit ini selalu kedatangan banyak pasien setiap harinya.

Dalam sehari, kunjungan rata-rata pasien mencapai 320 orang. Pasien ini tidak hanya warga Kota Bandung, tapi juga warga dari kabupaten/kota lain di sekitarnya.

Namun, selama pandemi, ada kebijakan pembatasan jumlah pasien yang ditangani, yaitu setengah dari kapasitas rata-rata atau sekitar 160 orang per hari. Di saat yang sama, jumlah kunjungan tetap ramai dan menimbulkan antrean.

"Dengan adanya hal seperti itu (pembatasan pasien), di RSKGM banyak antrean, dari pukul 04.00 WIB sudah banyak yang antre ingin masuk mendapatkan pelayanan," kata Direktur RSKGM Kota Bandung drg. Lucyati Puspitasari, M.Kes., di Balai Kota Bandung, Kamis (3/9/2020).


                                                                          Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Karena kapasitas yang dibatasi, ada banyak calon pasien akhirnya tak bisa dilayani. Mereka yang tidak kebagian nomor urut terpaksa harus mengurungkan niat mendapat pelayanan atau pemeriksaan.

Untuk mengatasi hal itu, terhitung 7 September 2020, RSKGM akan memberlakukan pelayanan berbeda. Calon pasien wajib mendaftar online atau daring melalui aplikasi 'RSKGM Online'.

"Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa mendapat kepastian kapan akan dilayani, oleh dokter siapa, dan tentunya bisa mengurangi antrean," jelas Lucyati.

Baca Ini Juga Yuk: 9 Ribu Orang Ikuti Doa Bersama Daring untuk Tenaga Medis

Sebab, setelah mendaftar, kamu akan mendapatkan notifikasi atau pemberitahuan kapan kamu bisa mendapatkan pelayanan. Sehingga, waktumu tidak akan terbuang banyak. Tinggal datang sesuai hari dan jam yang ditentukan, dilayani, setelah itu kamu bisa langsung pulang jika tak perlu dirawat inap.

Cara Mendaftar
Langkah pertama yang harus kamu lakukan jika ingin mendapatkan layanan di RSKGM Kota Bandung tentu harus mengunduh aplikasi 'RSKGM Online'. Namun, sabar dulu ya, jangan buru-buru mengunduh aplikasi. Sebab, aplikasi ini baru bisa diunduh melalui Play Store pada 6 September 2020.

Setelah mengunduh aplikasi, persiapan dokumen yang diperlukan untuk aktivasi. Bagi pasien baru, siapkan KTP atau KK bagi yang belum memiliki KTP. Bagi warna negara asing (WNA) siapkan paspor. Siapkan juga kartu BPJS Kesehatan jika kamu memilikinya. Isilah identitas sesuai dokumen yang diminta saat proses pembuatan akun.



Khusus bagi pasien lama, dokumen yang disiapkan jauh lebih mudah, yaitu nomor rekam medis dan tanggal lahir. Itu karena identitas pasien lama sudah tercatat melalui sistem di RSKGM. Namun, baik bagi pasien baru maupun lama, kamu diwajibkan memiliki email ya.

"Sebelum reservasi, calon pasien harus lebih dulu melakukan aktivasi menggunakan akun email yang masih aktif. Setelah (proses pendaftaran dan aktivasi selesai) itu baru akan dapat reservasi jadwal kunjungan," ujar Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan RSKGM Kota Bandung drg. Ghea Femiola.

Untuk waktu pendaftaran, dilakukan tujuh hari sebelum tanggal kunjungan. Jika di hari jadwal pemeriksaan kamu tidak bisa datang, kamu diharuskan untuk mengonfirmasi melalui aplikasi. Sebab, jika tidak mengonfirmasi, akunmu akan terkunci dan tidak bisa melakukan pendaftaran atau penjadwalan kunjungan.

"Jika tidak sempat atau lupa membatalkan reservasi, ini otomatis dari sistem kami akan mengunci akun. Pasien harus datang langsung ke RSKGM di bagian pendaftaran untuk bisa mengaktifkan kembali akunnya," tutur Ghea.

Sementara karena aplikasi baru bisa diunduh 6 September, pada tahap awal, pendaftaran bisa dilakukan saat H-1. Selanjutnya, secara bertahap pendaftaran harus dilakukan tujuh hari sebelum rencana kunjungan.

Namun, khusus untuk pasien gawat darurat, pasien akan tetap dilayani meski datang tanpa mendaftar daring. Sebab, pasien gawat darurat harus mendapat penanganan prioritas.

TemanBaik, tetap jaga kesehatan ya, termasuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Mencegah lebih baik daripada mengobati!


Foto: dok. RSKGM Kota Bandung
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler