Mantap! Ubi Jalar Bandung Tembus Pasar Hongkong

Arjasari - TemanBaik, di tengah lesunya perekonomian akibat pandemi COVID-19, ternyata ada hal yang cukup membanggakan. Sebanyak 30 ton ubi jalar diekspor dari Bandung ke Hongkong. Yuk, simak ulasannya!

Ubi jalar ini merupakan hasil produksi petani di Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Acara pelepasan dilakukan di Kantor Desa Pinggirsari dan dihadiri langsung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Rencananya, ekspor ubi jalar ini akan dilakukan rutin setiap bulan selama setahun. Sehingga, total ubi yang bakal dikirim mencapai 360 ton.

"Per bulan ada 30 ton yang diekspor dan itu baru ke Hongkong saja," kata Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Pencapaian ekspor itu diakuinya membanggakan. Apalagi, ekspor itu dilakukan di tengah pandemi COVID-19. Ini membuktikan sektor pertanian di Jawa Barat bisa tetap bertahan, bahkan melakukan ekspor.

"Ketahanan pangan kita tidak terkendala (pandemi) COVID-19, bahkan bisa ekspor. Saya tentu sangat bangga karena apa yang diprediksi menjadi kenyataan bahwa salah satu ekonomi yang tangguh terhadap COVID-19 adalah ekonomi pertanian dan salah satu unggulannya yaitu ubi jalar," jelas Emil.



Baca Ini Juga Yuk: 'Merdeka Belajar Jarak Jauh', Beri Kuota 10 GB untuk PJJ di Jabar

Ubi jalar yang diekspor ini akan digunakan beragam di Hongkong. Beberapa di antaranya adalah untuk bahan baku tepung, es krim, serta beragam produk olahan lainnya.

Dorong Milenial Jadi Petani
Pencapaian yang dicapai atas ekspor uji jalar itu tentu belum dirasa cukup. Harapannya, ke depan semakin banyak ekspor yang dilakukan ke berbagai negara.

"Harapan saya, ekspor tidak hanya ke Hongkong, tapi cari negara besar yang punya gaya hidup dan kebutuhan ubi jalar seperti Hongkong. Sehingga bisa (ekspor) ribuan ton dan saya hanya titip jaga kualitasnya," tutur Emil.

Di saat yang sama, ia berharap ke depan generasi milenial mau terjun menjadi petani. Sehingga, dunia pertanian bakal lebih maju karena generasi muda lebih dekat dan bisa memanfaatkan teknologi digital.

"Kita sedang kampanyekan petani atau peternak milenial, yaitu mereka yang tinggal di desa berbisnis ketahanan pangan, lalu menggunakan keahlian digital untuk berjualan," jelas Emil.

Ubi Terbaik di Dunia
Kenapa sih ubi jalar ini bisa menembus pasar Hongkong? Jawabannya tentu karena kualitasnya. Bahkan, ubi ini diklaim sebagai yang terbaik.

"Ubi jalar asli Jabar adalah yang terbaik di dunia," ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Jawa Barat Dadan Hidayat.

Selain kualitas, ubi jalar dari Jawa Barat juga punya keunggulan lain. Ubi ini mempunyai sifat adaptif. Artinya, ubi ini bisa tumbuh di daerah manapun.

Di Jawa Barat sendiri baru satu desa yang mengekspor ubi, yaitu Arjasari. Ke depan, diharapkan semakin banyak ekspor yang dilakukan, termasuk dari komoditas lain.

Untuk lahan pengolahan ubi jalar, di Jawa Barat terdapat 22 ribu hektar lahan dengan total produksi mencapai 547.879 ton. Lima daerah sentra utama petanian ubi ini ada di Garut, Kuningan, Kabupaten Bogor, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Bandung.

Jumlah produksi ubi jalar ini jauh melebihi kebutuhan masyarakat Jawa Barat. Dalam setahun, kebutuhan ubi jalar per kapita di Jawa Barat hanya 3 kilogram. Sehingga, ada surplus yang begitu banyak dan perlu dimanfaatkan. Salah satunya dengan cara diekspor.

"Untuk kebutuhan lokal Jawa Barat saja untuk dikonsumsi totalnya hanya 150 ribu ton, jadi sisanya untuk proyeksi ekspor," tandas Dadan.

Foto: dokumentasi Humas Jawa Barat
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler