Yuk! Kenalan dengan Badak Jawa di Hari Badak Sedunia

Bandung - TemanBaik, tahu enggak jika 22 September 2020 ini diperingati sebagai Hari Badak Sedunia? Enggak lengkap rasanya jika kita tidak membahas soal badak.

Di dunia, saat ini ada lima jenis badak yang tersisa. Semuanya dikategorikan sebagai hewan terancam punah. Dua dari lima jenis badak itu ada di Indonesia loh, yaitu badak Jawa dan badak Sumatera.

Apa sih bedanya badak Jawa dan Sumatera? Jika ditilik dari sebaran populasinya, badak Sumatera tersebar di beberapa provinsi di Indonesia di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Ini berbeda dengan badak Jawa yang akan kita ulas lebih lanjut.

Badak Jawa hanya memiliki satu habitat di dunia. Tempatnya adalah di Taman Nasional Ujungkulon (TNUK). Berdasarkan data TNUK, populasi badak Jawa saat ini hanya tersisa 74 ekor saja.

Kondisinya pun semakin memprihatinkan. Sebab, ada beberapa ancaman yang menghadang, di antaranya bencana alam, distribusi pakan yang menurun, ancaman penyakit, hingga menurunnya kualitas genetik dari badak bercula satu ini.

Baca Ini Juga Yuk: Ada Apa di HUT Kota Bandung 25 September Ini?

Edukasi Badak Jawa Lewat Buku Fotografi
Jika TemanBaik penasaran ingin melihat langsung badak Jawa di TNUK, tentunya tak bisa sembarangan. Sebab, perlu izin khusus yang harus ditempuh. Tujuan utamanya agar badak Jawa itu tidak terganggu perilaku dan habitatnya. Selain itu, perlu kehati-hatian tinggi jika kamu melakukan ekspedisi untuk berjuang melihat badak ini.

Namun, ada beberapa pihak yang memiliki kepedulian terhadap keberadaan badak Jawa ini. Salah satunya dilakukan melalui Javan Rhino Expedition (JRE) dari PT Storia Suksesindo Pojekta. Mereka melakukan ekspedisi sebagai jembatan informasi untuk publik.

Ekspedisinya sendiri dilakukan 22 September hingga 6 Oktober 2019 lalu yang melibatkan tim JRE, petugas TNUK, dan masyarakat lokal. Metode ekspedisi yang dilakukan menggunakan  metode ranggon atau rumah pohon dan susur sungai dengan menggunakan perahu karet. Selanjutnya, ekspedisi dilanjutkan pada 27 Oktober hingga 1 November 2019.

Dari ekspedisi ini, tim melakukan pendokumentasian dan pendataan berbagai hal terkait badak Jawa. Sebab, ada hal yang tak kalah penting selain sekadar pendokumentasian.

"Bukan hanya sekadar pengambilan visual, namun juga bersama para ahli masyarakat lokal, kami mencoba berdiskusi lebih jauh tentang hal baik apa yang perlu dan bisa menjadi masukan agar upaya pelestarian badak Jawa terus berkembang ke depannya," kata Koordinator Tim Ekspedisi JRE David Hermawan.

Hasil dari ekspedisi ini kemudian dirangkum menjadi buku fotografi jurnal ekspedisi. Di dalamnya berisi berbagai hal hasil dari ekspedisi, tentunya banyak terdapat foto badak Jawa. Tujuannya sebagai kampanye penyadaran terhadap pentingnya konservasi badak Jawa. Buku ini berjudul 'Surviving in Silence'. Buku itu diluncurkan hari ini secara virtual.

Foto: dok. Tim JRE(Javan Rhino Expedition)/Fotografer - David Herman Jaya

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler