Yuk! Intip Penetasan Telur Burung Merak dengan Bantuan Inkubator

Bandung - Memperingati hari satwa sedunia, Kebun Binatang Bandung menerapkan penetasan semi alami dengan alat inkubator untuk burung merak. Penetasan ini dianggap meningkatkan kemampuan bertahan hidup (survival) telur burung merak hingga telur itu menetas.

Kurator Burung di Kebun Binatang Bandung, Panji Ahmad Fauzan menyebutkan, penetasan semi alami ini mulai dijajal di Kebun Binatang Bandung sejak Januari 2020. Tanpa penetasan semi alami, Panji menyebut tingkat kemampuan bertahan hidup atau survival burung merak biasanya tak mencapai angka 80 persen. Sejauh diterapkan, metode penetasan telur semi alami ini sudah berhasil menetaskan dua anak burung merak.

Secara umum, ia menjelaskan periode perkembangbiakan burung merak di Kebun Binatang Bandung. Di sini, ada 3 unit kandang merak, dan mereka menerapkan komposisi dengan rasio 1 jantan dan maksimal 3 betina. Namun, terkadang pengelola Kebun Binatang juga akan menambahkan jumlah jantan agar hormon testosteron dari si jantan naik (akibat adanya persaingan selama musim kawin) sehingga mewujudkan perkawinan yang baik. Adapun periode masa kembang biak burung merak ditandai dengan musim kawin yang berlangsung pada Juli dan Agustus.

Pada umumnya, saat bertelur merak betina bisa menghasilkan 2 hingga 5 telur. Namun, dalam perjalanan si telur ini dari sejak dibuahi hingga menetas, biasanya ada beberapa gangguan alami seperti suhu telur yang tidak stabil alias turun terlalu lama diakibatkan aktivitas betina yang mengharuskannya meninggalkan telur. Nah, hadirnya inkubator ini ditujukan untuk menjaga proses perkembangan telur hingga menetas, yang mana di dalamnya terdapat faktor stabilitas suhu juga.

Konsep penetasan via inkubator ini diterapkan dengan terlebih dahulu memilih telur-telur dari betina yang pada umumnya berkisar dua hingga lima buah. Pemilihan diambil berdasarkan laporan dari penjaga di lapangan. Hanya sebagian telur yang diambil dan menetas dengan bantuan inkubator, sebab menurut Panji, penetasan alami tetap diperlukan agar insting merawat anak dalam tubuh merak dewasa tetap terjaga.

Setelah diambil, telur kemudian dimasukkan ke inkubator dan dipantau perkembangannya. Memasuki hari ke delapan setelah telur berada di inkubator, maka si telur akan di-candling alias diterangi sinar dalam ruang gelap. Di sana akan terlihat telur mana yang telah dibuahi dan punya potensi menetas atau tidak.

Telur-telur yang sudah terbuahi dengan bagus dan memiliki beberapa kriteria seperti berurat, misalnya, akan dipertahankan di inkubator. Sedangkan telur yang masih bening dan dianggap tidak dibuahi dengan maksimal akan diangkat dari inkubator. Setelah itu, perkembangan telur terus dicek hingga pada akhirnya telur hingga memasuki batas akhir. Adapun batas akhir dari telur hingga menetas menurut Panji berkisar 28 hingga 30 hari.

“Kita mendapat laporan dari kiper (penjaga), misalnya ada merak yang bertelur nih. Biasanya kita akan lihat dulu bertelurnya ada berapa, dan kita langsung angkat dan masukkan ke inkubator. Sejak masuk inkubator itu kita pantau terus hingga telur menetas,” terangnya di Kebun Binatang Bandung, Minggu (4/10/2020).

Setelah telur menetas, maka proses berikutnya adalah menyimpan anakan burung merak di sebuah tempat kecil dengan suhu yang hangat. Anak burung merak ini kemudian diangkat dan dipisahkan ke tempat yang lebih besar. Adapun lama waktu dari fase tempat kecil ke tempat besar itu berkisar dua hingga tiga bulan. Setelah itu, tahap berikutnya anak burung merak akan dipisahkan ke ruangan serupa kamar-kamar di area aves Kebun Binatang Bandung, lalu kemudian dilepaskan dan dibiarkan bergabung dengan merak dewasa saat usianya dianggap cukup dewasa.

Per tahun 2020, tercatat ada 21 burung merak yang ada di Kebun Binatang Bandung. Namun, keberhasilan dua anak burung merak dari metode penetasan semi alami dengan menerapkan inkubator berpotensi menambah jumlah burung merak yang ada menjadi 23 ekor apabila dua anak burung merak ini bisa bertahan hidup hingga usianya dewasa.

Tingkat kemampuan bertahan hidup merak di Kebun Binatang ini dianggap Panji menjadi pekerjaan rumah yang sedang dicari tahu solusinya. Sejauh ini, tingkat kemampuan bertahan hidup atau survival burung merak di Kebun Binatang Bandung masih sekira 40 hingga 50 persen saja.

“Semoga yang dua anak baru menetas ini bisa survive, sehingga per tahun 2020 ini jumlah burung meraknya jadi 23,” tutup Panji.

Selamat hari satwa sedunia! Selain burung merak, coba sebutkan satwa apa yang kamu ingin kunjungi di kebun binatang!

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler