Ini '4 Kesabaran' yang Wajib Kamu Miliki Saat Bandung PSBB Lagi

Bandung - TemanBaik, Kota Bandung sudah menjadi zona merah COVID-19. Karena itu, ada konsekuensi yang harus dijalankan. Enggak hanya oleh warga Bandung sendiri, tapi juga oleh warga dari daerah lain yang datang ke Bandung.

Pemerintah Kota Bandung pun kembali memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terhitung 3 Desember 2020 hingga 14 hari ke depan. Selama PSBB ini berlaku, ada berbagai aturan yang harus ditaati semua pihak.

Karena itu, kamu diharapkan sadar dan sabar mengikuti berbagai aturan itu. Sabar dalam hal apa saja ya?

1. Sabar Menunggu
Salah satu yang akan terasa adalah pembatasan kapasitas di berbagai lokasi. Tempat publik masih bisa beroperasi, tapi kapasitasnya kembali dikurangi. Misalnya pusat perbelanjaan, restoran, kafe, tempat wisata, dan tempat hiburan. Semua tempat itu maksimal hanya boleh diisi 30 persen dari seluruh kapasitas yang ada.

"Termasuk juga tempat ibadah dibatasi 30 persen dari kapasitas gedung dan kegiatan pernikahan," ujar Wali Kota Bandung Oded M. Danial.

Sebelumnya, relaksasi diberikan sehingga kapasitas pengunjung boleh diisi maksimal 50 persen. Jam operasional juga dikurangi jadi maksimal pukul 20.00 WIB dari sebelumnya pukul 21.00 WIB.

Jadi, jika kamu 'ditahan' agar tak bisa masuk ke tempat-tempat tersebut atau disuruh mengunggu, jangan emosi ya. Sebab, tempat-tempat itu wajib menjalankan aturan. Ini demi kebaikan bersama. Apalagi, izin tempat-tempat tersebut bisa dicabut jika melanggar aturan.

Namun, jika enggak penting-penting amat, kamu disarankan tak pergi ke tempat-tempat itu, ya. Ini demi kebaikan kamu sendiri dan juga orang lain.

2. Sabar Mutar-mutar Jalan
Berbagai jalan yang ada di Kota Bandung juga bakal diberlakukan pada waktu tertentu, terutama saat jam sibuk. Jadi, jika jalan yang akan kamu lewati ditutup, sabar ya. Ikuti saja aturan yang ada meski harus mutar-mutar dulu agar bisa tiba ke tempat tujuan. Jangan pernah menerobos jalan yang ditutup jika tak mau tersandung hukum.

Baca Ini Juga Yuk: Begini Keseruan Teman Daksa Bermain Sepak Bola Tangan

3. Sabar Jalankan Protokol Kesehatan
Jangan pernah lelah menerapkan protokol kesehatan ya, TemanBaik. Sebab, ini jadi senjata utama untuk menghindari penularan dan penyebaran COVID-19. Yang paling utama, jangan pernah bosan memakai masker apapun alasannya.

Apalagi, jika kamu ketahuan tak memakai masker oleh Satgas COVID-19, siap-siap deh kena hukuman. Bahkan, Pemkot Bandung akan lebih menekankan pada sanksi denda berupa uang. Soal sanksi denda ini, sebenarnya sudah diberlakukan sejak beberapa bulan lalu.

"Uang denda yang masuk ke kita (Pemkot Bandung) sudah sekitar Rp70 juta," ujat Ketua Harian Satgas COVID-19 Kota Bandung Ema Sumarna.

Sanksi soal pelanggaran protokol kesehatan ini pada awalnya lebih pada edukasi dan penerapan sanksi sosial. Sanksi sosialnya sendiri beragam, mulai dari membersihkan jalan, olahraga, hingga pelanggar disuruh bernyanyi. Namun, di wilayah tertentu, ada yang sudah menerapkan sanksi denda.

Kini, sanksi sosial tak akan lagi dikedepankan. Sebab, sanksi sosial sebelumnya lebih ditujukan sebagai sarana edukasi dan penyadaran warga akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan. "Kita akan kedepankan sanksi yang lebih tegas (berupa denda)," ucap Ema.

Wah, lumayan kan jika kamu ketahuan melanggar protokol kesehatan. Kamu bisa kehilangan uang ratusan ribu gara-gara kelalaianmu sendiri. Meski begitu, patuhilah protokol kesehatan atas dasar kesadaran, bukan karena takut didenda, ya!

4. Sabar untuk Tak Datang Dulu ke Bandung
Tentu kamu tahu kan jika Kota Bandung adalah tempat wisata yang menarik dikunjungi. Namun, selama PSBB berlaku, warga luar Bandung disarankan enggak datang ke Bandung. Tentu karena status zona merah yang kini berlaku di Bandung. Ini berarti risiko penularan dan penyebaran COVID-19 di sini sedang tinggi.

Tak hanya ke Kota Bandung, kamu juga disarankan tak datang ke kawasan Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. Sebab, Kota Bandung tak hanya dihuni warga Bandung, tapi juga warga lain yang beraktivitas di sana, terutama warga dari daerah tetangga.

"Saya mengimbau minggu ini para wisatawan menahan diri dulu untuk tidak ke Bandung Raya karena zonanya lagi merah, sedang proses pengendalian lebih baik lagi," imbau Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Tak hanya wisatawan, mereka yang ingin mengunjungi sanak keluarga di Bandung juga diharapkan menahan diri. Sebaliknya, kamu yang tinggal di Bandung juga diharapkan tak keluar dari Bandung jika keperluannya tak benar-benar mendesak

Foto: dok. Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler