Lakukan Hal Ini saat Hadapi Perundungan & Pelecehan Seksual

Jakarta - TemanBaik, tak bisa dipungkiri gangguan hingga pelecehan seksual bisa dialami oleh siapapun dan dimanapun, termasuk di tempat kita bekerja. Lantas, bagaimana cara menghindarinya?

WEWAW (Women Empower Women At Work), sebuah komunitas yang aktif memberikan edukasi, referensi, dan pendampingan bagi wanita muda dalam bekerja, membuat master class volume I 'Say No! to Workplace Harassment and Bullying' yang membahas soal gangguan yang seringkali terjadi di lingkungan kerja dan bagaimana cara bangkit untuk menghadapinya. 

Dalam kelas tersebut, Mita Agustina seorang Branding & Marketing Communication Manager, Hannah Al Rashid aktris Indonesia dan juga seorang aktivis perempuan, dan Mutia Rachmi seorang Business Tech Specialist sebagai pembicara memberikan beberapa hal yang perlu TemanBaik miliki dan lakukan untuk memberantas gangguan dan tindak pelecehan seksual. Simak yuk!

Pertama, sadari jika kita memiliki kekuatan. Saat kita mengalami gangguan bahkan hingga pelecehan seksual, kebanyakan dari kita masih memilih diam karena merasa hanya kita sendiri yang mengalami hal tersebut. Padahal kenyataanya kita tidak sendirian dan banyak orang yang siap memberi dukungan jika kita berani bersuara loh, TemanBaik!

"Kalau kita merasa sendiri, nanti muncul ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang yang merasakan hal sama dan memilih memendam hal ini. Saya percaya kita semua punya power. Gak harus terkenal, gak harus kaya, tapi harus berani untuk punya power," ujar Hannah.

Baca Ini Juga Yuk: Yuk! Setop Pelecehan di Tempat Kerja dengan Berani Bersuara

Tentu saja untuk berani bicara dan mengeluarkan kekuatan yang kita miliki bukanlah hal yang mudah. Nah untuk menyiasati hal ini, kamu bisa mulai bicara dari lingkungan yang membuatmu merasa aman dan merasa akan mendapat dukungan. 

Kedua, edukasi diri. Tentu saja untuk berbicara kita harus paham betul apa yang hendak dibicarakan, termasuk soal gangguan dan tindak kekerasan seksual. Mulailah belajar dan mencari informasi mengenai hal tersebut. Tapi hati-hati ya TemanBaik, pastikan informasi yang kamu dapatkan berasal dari orang terpercaya, jangan sembarangan. 

Ketiga, jadikan bahan belajar. Sudah semestinya setiap hal yang kita alami bisa kita jadikan pengalaman dan pembelajaran. Situasi yang kurang baik yang kita alami bisa dimanfaatkan untuk membuktikan jika diri kita bisa menjadi lebih baik. 

"Aku juga mau lebih bersuara tentang hal ini dan berharap orang lain juga bisa terbantu," ujar Mita.

Keempat, lebih peka dengan diri dan lingkungan. Tak jarang kita tidak menyadari jika berada dalam lingkungan yang tidak baik. Entah kita yang menjadi pelaku atau justru menjadi korban gangguan, perundungan, bahkan pelecehan. 

"Kita harus lihat diri, jangan-jangan kita melakukan atau korban bullying tapi tidak mau bicara. Untuk bertahan kita perlu percaya diri kalau bisa mencapai apa yang kita mau," ujar Mutia. 

Keempat hal di atas bisa kita jadikan modal untuk lebih peka dengan sekitar dan berani bicara jika mengalami hal tidak menyenangkan, seperti gangguan, penindasan, hingga pelecehan seksual dimanapun dan dari siapapun. 

Sudah bukan zamannya untuk bungkam terhadap sesuatu yang tidak baik ya, TemanBaik. Karena jika dibiarkan, hal tersebut akan terus ada bahkan menjadi sesuatu yang dianggap biasa jika terjadi. Jadi, yuk terus edukasi diri dan berani bicara untuk memberantas gangguan dan tindak kekerasan seksual!

Foto : dok. Donna Rotunno/Attribution-Wikimedia Common

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler