Jokowi hingga Raffi Ahmad Perdana Divaksin, Kamu Siap?

Jakarta - TemanBaik, program vaksinasi COVID-19 resmi berjalan terhitung Rabu (13/1/2021). Ini ditandai dengan vaksinasi yang dilakukan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta.

Selain Presiden Joko Widodo dan sejumlah tokoh negara lainnya, ada perwakilan masyarakat dan anak muda dari dunia hiburan yang menerima vaksinasi perdana Covid-19 hari ini.

Berikut  hal-hal menarik lainnya dari proses vaksinasi. Apa saja? Simak ulasannya, yuk!

1. Vaksin Perdana kepada Jokowi
Sorotan utama publik dialamatkan kepada Jokowi. Sebagai orang nomor satu di Indonesia, ia jadi orang pertama yang mendapatkan vaksinasi dengan menggunakan vaksin COVID-19 buatan Sinovac tersebut.

Proses vaksinasi ini berlangsung di salah satu teras Istana Merdeka. Jokowi menempuh beberapa prosedur vaksinasi, mulai dari pendaftaran, pengecekan kesehatan, penyuntikan, hingga proses administrasi. Setelah disuntik, Jokowi diminta beristirahat 30 menit untuk melihat apakah ada reaksi atau tidak usai divaksinasi.

Seusai divaksin, Jokowi mengatakan tidak merasakan rasa sakit apapun. Bahkan, setelah beristirahat, ia terlihat bugar dan memberikan keterangan pers di tangga istana.



2. Menteri, Raffi Ahmad, hingga Penjual Sayur Ikut Divaksin
Dalam program vaksinasi COVID-19 yang diluncurkan di Istana Merdeka, ada berbagai perwakilan yang ikut divaksin setelah Jokowi. Ketua IDI Daeng Muhammad Faqih, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Kapolri Jenderal Idham Azis, Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito, serta pejabat lainnya.

Berbagai tokoh agama, perwakilan buruh, guru, tenaga kesehatan, hingga pedagang pasar ikut serta dalam vaksinasi ini. Hal ini untuk memberi publik rasa percaya dan terinspirasi agar tidak menolak program vaksinasi.

Salah satu yang mencuri perhatian dari sosok-sosok yang divaksin adalah artis Raffi Ahmad. Datang menggunakan pakaian batik, Raffi terlihat santai menjalani proses vaksinasi.

"Raffi Ahmad hadir sebagai perwakilan dari masyarakat mewakili anak muda. Semoga bisa jadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk yakin terhadap vaksin COVID-19 ini dan turut menyukseskan program vaksinasi di Indonesia," kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Reisa Broto Asmoro.

3. Gemetar Menyuntik Presiden
Sosok Abdul Muthalib mendadak jadi perhatian. Sebagai vaksinator alias orang yang bertugas menyuntikkan vaksin, ia terlihat gemetar melalui sorotan kamera. Sebelum menyuntikkan vaksin, tangannya terlihat gemetar. Namun, semua proses berjalan lancar.

"Setelah disuntik, Bapak (Jokowi) tidak merasa sakit sedikitpun, tidak merasakan apa-apa. Saya berhasil menyuntik Pak Presiden dengan tanpa rasa sakit katanya," ucap Abdul.

Baca Ini Juga Yuk: Yuk! Ketahui 4 Fakta Penting Seputar Vaksin COVID-19

Ia sendiri tidak membantah gemetaran saat akan menyuntik Presiden. Sebab, Abdul jadi orang pertama yang menyuntikkan vaksin tersebut pada program vaksinasi COVID-19. Apalagi, orang yang disuntik adalah orang nomor satu di Indonesia.

"Menyuntik orang pertama di Indonesia tentunya ada rasa (grogi) juga, tapi masalah itu tidak jadi halangan buat saya untuk menyuntikkannya. Tidak gemetaran lagi waktu menyuntikannya, waktu mau menyuntikan saja (yang gemetar). Tidak ada masalah, bahkan tidak ada bekas pendarahan sama sekali," tutur Abdul yang juga menjabat Ketua Tim Dokter Kepresidenan.

4. Ajakan dari Para Tokoh
Untuk meyakinkan publik mau mengikuti program vaksinasi, para pejabat dan berbagai tokoh menyampaikan ajakannya. Hal ini disampaikan beberapa saat sebelum vaksinasi dimulai.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Daeng Muhammad Faqih misalnya, ia mengatakan vaksin COVID-19 sudah melalui berbagai pengujian. Kehalalannya juga teruji setelah MUI mengeluarkan fatwa halal dan suci atas vaksin tersebut.

"Oleh karena itu, bismillah, mulai hari ini kita sama-sama melaksanakan vaksinasi. Tujuannya satu, untuk terbentuknya kekebalan supaya memiliki antibodi, maka tubuh kita akan bisa tercegah dari terinfeksi COVID-19," ucapnya.

Secara khusus, program vaksinasi memberi harapan bagi para tenaga kesehatan. Melalui vaksinasi, diharapkan tak ada lagi nyawa tenaga kesehatan yang melayang akibat terpapar COVID-19.

"Khusus untuk dokter dan tenaga kesehatan, kalau kekebalan tubuh terbentuk dan terhindar dari infeksi COVID-19, maka kita juga akan mengurangi angka gugurnya dokter dan tenaga kesehatan yang sekarang ini sudah tinggi, sudah di atas 500 orang seluruh Indonesia. Jadi, sekali lagi, mari kita bismillah, kita laksanakan vaksinasi ini agar persoalan COVID-19 bisa diselesaikan dengan baik," papar Daeng.

Kapolri Jenderal Idham Azis juga secara khusus mengatakan vaksinasi terhadap dirinya diharapkan memberi keyakinan tersendiri kepada seluruh jajaran Polri. Sebab, ia jadi polisi pertama di Indonesia yang divaksinasi.

"Ini juga sebagai pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa kita semua harus melaksanakan vaksinasi agar kita secepatnya keluar dari situasi pandemi corona yang sedang melanda di hampir semua negara, dan kota di Indonesia juga ada di 34 provinsi, 505 kabupaten/kota yang sedang mengalami pandemi corona," tutur Idham.

Para tokoh lain juga memaparkan ajakan serupa, mulai dari Sekjen MUI, perwakilan PBNU, perwakilan Muhammadiyah, perwakilan KADIN, serta berbagai pihak lainnya.

5. Pesan Jokowi
Dalam keterangan persnya, Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak. Sehingga, program vaksinasi bisa bergulir sesuai rencana.

"Setelah kita melakukan vaksinasi perdana ini, nanti akan terus dilanjutkan vaksinasi di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Tanah Air. Vaksinasi perdana ini dilakukan setelah kita mendapatkan izin penggunaan darurat, Emergency Use Authorization dari BPOM, dan juga telah keluarnya fatwa halal dari MUI," ucapnya.

Menurutnya, vaksinasi penting dilakukan untuk memutus rantai penularan COVID-19. Vaksin memberikan perlindungan kesehatan, keselamatan, dan keamanan bagi semua pihak. Bahkan, vaksinasi diyakini mampu membuat pemulihan ekonomi di Indonesia jadi lebih cepat.

"Terakhir, meskipun telah dilaksanakan vaksinasi, saya ingin mengingatkan kembali tentang pentingnya disiplin terhadap protokol kesehatan. Ini tetap terus kita lakukan, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan," imbaunya.

Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden/Fotografer-Laily Rachev


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler