Biar Enggak Keliru, Ini Bedanya Pelontologi dan Arkeologi

Bandung - TemanBaik, jika mendengar kata dinosaurus atau hewan purba lainnya, ada yang masih mengidentikkannya dengan arkeolog atua ahli arkeologi. Mereka kerap dianggap yang melakukan penelitian tentang satwa tersebut.

Namun, anggapan ini ternyata kurang tepat loh. Sebab, bidang keilmuan yang meneliti hal tersebut adalah paleontologi. Sedangkan ahli atau penelitinya disebut paleontolog.

Bahkan, tak sedikit yang menganggap paleontologi dan arkeologi adalah sama saja. Padahal, kedua ilmu ini berbeda satu sama lain. Ketika berbicara tentang dinosaurus misalnya, siapa yang menelitinya? Ternyata bukan arkeolog, melainkan paleontolog yang menelitinya.

"Dinosaurus orang tahunya itu diteliti arkeolog, padahal studi itu dilakukan paleontolog," kata paleontolog Museum Geologi Unggul Prasetyo Wibowo.

Baca Ini Juga Yuk: Museum Geologi, Laboratorium Geologi Warisan Belanda

Dalam paleontologi, yang diteliti lebih berfokus pada alam di masa lampau, terutama flora, fauna, serta berbagai aspek kehidupan sebelum kehadiran manusia. Sedangkan sejak adanya manusia purba dan produk yang dihasilkannya, misalnya artefak, merupakan ranah penelitian para arkeolog.

Singkatnya, paleontologi mempelajari segala sesuatu yang ada di alam sebelum adanya manusia. Sementara arkeologi mempelajari manusia dan produk yang dihasilkannya.

Namun, ketika ada temuan atau penelitian tentang manusia purba, paleontolog juga bisa terlibat dalamnya. Hal yang diteliti paleontolog tentu berbeda dengan yang dilakukan arkeolog.

"Misalnya ada temuan tengkorak manusia purba, paleontolog akan melihat dari sisi bagaimana dia terfosilkan, bagaimana lingkungan masa lalunya, dan lain-lain. Kalau arkeolog akan mencari yang terkait dengan fosil itu misalnya budayanya seperti apa, mereka menggunakan alat apa (untuk hidup)," tuturnya.

Karena itu, saat melakukan penelitian, terutama saat meneliti manusia purba, tak jarang paleontolog dan arkeolog terlibat bersamaan. Dengan kehadiran mereka, hasil penelitian justru bisa menjadi lebih kaya sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

"Jadi memang sering ketemu bareng juga (paleontolog dan arkeolog melakukan penelitian)," jelas Unggul.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler