Di Bandung Sampah Bisa Ditukar Jadi Emas Mini Loh!

Bandung - TemanBaik, sampah bisa dimanfaatkan menjadi lebih bermanfaat. Mulai dari didaur ulang jadi pupuk, kerajinan, atau barang lainnya. Bahkan, di Kota Bandung, sampah bisa ditukar menjadi emas mini loh.

Program penukaran sampah menjadi emas mini ini secara resmi baru akan digulirkan pekan depan. Namun, saat ini program itu sudah diujicobakan di beberapa titik. Simak ulasan lengkapnya, yuk!

Direktur PD Kebersihan Kota Bandung Gun Gun Saptari mengatakan sebenarnya sudah ada program penukaran sampah menjadi emas yang digulirkan Pemprov Jawa Barat. Program itu juga sudah berjalan di Bandung sejak 2018.

Namun, di Bandung program itu berjalan kurang maksimal. Meski di awal banyak yang tertarik mengikuti program itu, pada akhirnya banyak juga yang meninggalkannya. Alasan utamanya karena emas yang bisa ditukar dengan sampah cukup besar, yaitu 1 gram.

Untuk mengumpulkan sampah dan ditukar menjadi emas itu menurutnya berbeda-beda waktunya. Tapi, ada yang sampai dua tahun baru bisa mendapatkan emas 1 gram.

Baca Ini Juga Yuk: Kenapa Disuntik Vaksin Harus Dua Kali? Begini Penjelasannya

Agar warga semakin bergeliat memilah sampah dan mau menabung ke bank sampah, inisiatif baru dimunculkan. Sampah bisa ditukar dengan emas. Bedanya, untuk program yang akan digulirkan PD Kebersihan ini berat emasnya berbeda karena berukuran mini alias kecil.

"Kita berpikir bagaimana memberi reward (penghargaan) yang bisa menstimulasi warga biar cepat dapat (emas). Setelah kita evaluasi, muncullah ide emasnya itu emas mini," ujar Gun Gun saat ditemui di Balai Kota Bandung, Rabu (27/1/2021).

Kenapa sih disebut emas mini? Ya, memang ukurannya mini, yaitu 0,025 gram. Karena berukuran mini, sampah yang disetorkan warga ke bank sampah bisa lebih cepat ditukar emas.

"Dengan emas mini itu, saldo Rp40 ribuan sudah bisa dapat," jelas Gun Gun.

Namun, ada emas dengan ukuran lain yang jauh lebih besar. Bahkan, emas yang didapatkan bisa dikonversikan. Misal ketika warga sudah punya 10 emas mini berukuran 0,1 gram, bisa ditukar dengan satu emas 1 gram.

Jadi Alat 'Pancing'
Gun Gun mengatakan, pemilihan emas mini untuk ditukar sampah itu diharapkan membuat warga lebih antusias. Sehingga, mereka mau memilah sampah dan mengirimkannya ke bank sampah di Bandung.

Emas pun menjadi alat 'pancing'. Sebab, antusiasme warga akan berbeda ketika sudah mendapatkan emas meski berukuran mini. Sehingga, diharapkan warga semakin giat mengirim sampah ke bank sampah.

"Kita sudah uji coba dulu di unit-unit (bank sampah) yang kita punya, kita coba tawarkan dulu ke mereka (warga), (sampahnya) mau ditukar dalam bentuk uang atau emas, ternyata antusiasnya cukup tinggi (memilih emas). Itu sih konsepnya, jadi warga bisa cepat dapat reward. Harapannya, dengan begitu mereka lebih konsisten untuk menjalankan program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan Sampah)," jelas Gun Gun.

Cara Penukaran
Nah, jika kamu penasaran, kita kasih tahu nih bagaimana cara menukarkan sampah biar menjadi emas. Hal yang paling utama, sampah yang bisa ditukar hanya sampah anorganik daur ulang.

Sampah yang dimaksud seperti kertas, kardus, botol plastik, botol kaca, dan sampah daur ulang lainnya. Selanjutnya, serahkan sampah itu ke unit bank sampah yang sudah ditunjuk PD Kebersihan. Di sana, sampah akan diukur dan dikonversi dengan nilai rupiah.

Nilai rupiah yang didapatkan ini bakal dicatat pada kartu atau buku khusus. Setelah mencapai nominal sesuai nilai emas, warga akan mendapatkan informasi bahwa tabungannya bisa dikonversi jadi emas.

"Jadi, nanti kalau jadi nasabah (bank sampah) akan dapat buku atau kartu, nanti ada pencatatan sampahnya berapa. Begitu sudah Rp40 ribu, nanti dikasih tahu sudah bisa ditukar," ucap Gun Gun.

Namun, nilai dari emasnya sendiri fluktuatif. Sebab, harga emasnya tergantung pada harga yang berlaku di pasaran.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler