Dua Pasar di Bandung Jadi Contoh Pasar Bebas Kantong Plastik

Bandung - TemanBaik, sampah plastik tentu jadi ancaman menakutkan bagi bumi. Selain sulit terurai, sampah ini juga kerap merusak ekosistem makhluk hidup, khususnya yang ada di laut.

Terkait sampah plastik ini, berbagai elemen mulai dari Pemerintah Kota Bandung, PD Pasar Jaya, dan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik menggelar acara Pembukaan Pasar Bebas Sampah Plastik dan Ramah Lingkungan. Ada dua titik pasar di Kota Bandung yang dijadikan lokasi percontohan pasar bebas sampah plastik, yakni Pasar Kosambi dan Pasar Cihapit.

Dalam siaran langsung virtual, acara tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada pelaku usaha atas pengurangan penggunaan kantong plastik di Bandung. Seperti diketahui, Pemerintah Kota Bandung selaku otoritas terkait telah mengeluarkan Perwal No. 37 Tahun 2019, tentang pengurangan penggunaan kantong berbahan plastik. Kabarnya, kebijakan tersebut dianggap mampu menekan penggunaan kantong plastik di Kota Bandung hingga mencapai angka 40 persen.

"98 persen masyarakat Kota Bandung telah memiliki kantong belanja non plastik, dan 12 persen ritel juga telah menyediakannya. Selain itu, 92 persen masyarakat Bandung menyadari (regulasi ini) baik untuk menjaga lingkungan," ujar Kepala DLHK Kota Bandung, Kamalia Purbani.

Di sisi lain, Rahyang Nusantara selaku Koordinator Nasional Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik menyambut positif kerja sama antar pihak, baik itu ritel modern dan pemerintah setempat terkait upaya menekan penggunaan kantong plastik. Ia menambahkan, pekerjaan rumah ke depannya adalah terus menekan penggunaan kantong plastik hingga tahun 2025 nanti. Rahyang juga menyebut jika pada 2030 mendatang, penggunaan kantong plastik bakal disetop hingga 100 persen untuk skala nasional.

"Terima kasih, Pemerintah Kota Bandung dan juga pelaku usaha yang dalam 10 tahun ini sudah gigih menekan angka penggunaan kantong berbahan plastik," ujar Rahyang.



Baca Ini Juga Yuk: 5.000 Rumah Subsidi di Jabar Memanggil Guru Untuk Dihuni

Dalam upaya diet kantong plastik tersebut, pasar tradisional dinilai masih menyumbang angka sampah plastik. Oleh karenanya, untuk mencapai tujuan di tahun 2025 hingga 2030, Rahyang menyebut sosialisasi diet kantong plastik ini bakal jadi pekerjaan rumah dan akan masif dilakukan.

Sementara itu Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana yang hadir meresmikan acara ini menyebut bahwa pembukaan acara ini merupakan implementasi dari peraturan daerah yang sudah diluncurkan Pemerintah. Ia juga berharap, ke depannya, masyarakat dapat dilibatkan dalam sosialisasi konsep pengelolaan sampah terpadu yang ramah lingkungan, sehingga permasalahan sampah bisa diatasi dari hulu ke hilir.

"Dengan demikian, pengendalian sampah plastik bisa lebih intensif hingga berdampak positif bagi kebersihan lingkungan di Kota Bandung," ujar Yana.

Diet kantong berbahan plastik juga dianggapnya selaras dengan program yang sudah lama digaungkan Pemerintah Kota Bandung yakni Kang Pisman. Namun, di sisi lain, hadirnya alternatif kantong berbahan non plastik diharapkan bisa menjadi peluang bagi pelaku UMKM di bidang kreatif, tentunya untuk memproduksi kantong non plastik dengan bahan dan motif yang ramah lingkungan dan keren.

"Insya Allah kebutuhan pengganti plastik bisa diisi oleh UMKM di Bandung yang terkenal kreativitasnya," sambung Yana.

Acara tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada pelaku usaha atas kerja samanya dalam menekan penggunaan kantong berbahan plastik di Kota Bandung. Pelaku usaha tersebut dibagi menjadi lima kategori, yakni minimarket, supermarket, hypermarket, departement store, restoran dan kafe. Adapun penerima penghargaan tersebut antara lain: Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Jawa Barat, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, Alfamart, Superindo, Transmart, Sogo, dan Hokben.

TemanBaik, kick off atau pembukaan ini tentu enggak hanya jadi tanggung jawab Pemerintah dan berbagai organisasi lingkungan hidup saja. Tanpa peran serta kita sebagai masyarakat, gerakan diet kantong plastik ini hanya akan menjadi gerakan simbolik saja. Oleh karena itu, yuk sayangi bumi ini dengan menekan penggunaan kantong plastik dalam kehidupan kita!

Foto: Tangkapan Layar Siaran Langsung Pembukaan Pasar Bebas Sampah Plastik dan Ramah Lingkungan

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler