Vaksin COVID-19 Disebut Berisiko Kanker hingga HIV, Ini Faktanya

Bandung - TemanBaik, program vaksinasi COVID-19 sedang digulirkan di Indonesia. Namun, di saat bersamaan, berkembang hoaks bahwa vaksin COVID-19 akan menimbulkan ledakan kasus kanker dan HIV.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung Rosye Arosdiano Apip menegaskan informasi itu hoaks belaka. Sebab, sejauh ini belum ada penelitian yang memastikan bahwa vaksin COVID-19, khususnya vaksin Sinovac yang dipakai dalam vaksinasi di Indonesia, bisa menimbulkan penyakit kanker dan HIV.

"Terkait (vaksin COVID-19) bisa memicu kanker, HIV, atau apapun itu, belum ada penelitiannya," kata Rosye dalam kegiatan Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Kamis (25/2/2021).

Karena itu, publik sebaiknya tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar. Apalagi jika sumber informasi dan rujukan yang dipakai tak jelas.

Baca Ini Juga Yuk: Tiga Fakta Seputar Lilin Imlek yang Masih Menyala

Menurutnya, jangankan berdampak bisa memicu kanker dan HIV, efektivitas vaksin bisa berfungsi maksimal selama berapa tahun pun masih diteliti. Pertanyannya, kenapa vaksin COVID-19 buatan Sinovac dipakai untuk vaksinasi di Indonesia?

Alasannya, vaksin itu sejauh ini sudah teruji dari segi khasiat dan mutu, efektivitas, hingga efikasinya berdasarkan pengujian yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Karena sudah memenuhi syarat, BPOM akhirnya mengeluarkan emergency use authorization (EuA) alias izin penggunaan darurat.

Penggunaan vaksin menjadi sangat penting. Sehingga, meski penelitian masih perlu dilakukan, vaksin Sinovac digunakan karena memang kebutuhan yang mendesak di tengah pandemi. Di sisi lain, vaksin itu sudah dijamin aman dan halal.

"Itulah kenapa BPOM mengeluarkan EuA karena sudah terbukti aman dan efektivitas serta efikasinya terbukti, dan itu dibolehkan WHO," tutur Rosye.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Ivan Diaz


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler